Karyawan Pertamina Ragukan Dirut Baru

Terpilihnya Karen Agustiawan (50) sebagai dirut baru Pertamina menggantikan Ari Sumarno ternyata menimbulkan reaksi negatif dari sejumlah pihak. Karyawan Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bahkan mengaku prihatin secara mendalam atas pergantian Direksi Pertamina pada 5 Februari lalu tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, FSPPB menyatakan bahwa pekerja Pertamina tidak dapat meyakini dan pesimis Karen sebagai dirut akan mampu meningkatkan kinerja operasional maupun finansial Pertamina. “Tidak ada prestasi dan pengalamannya yang dapat mendukung posisinya sebagai dirut,” demikian antara lain butir pernyataan yang ditandatangani oleh 16 nama mewakili serikat pekerja Pertamina seluruh anggota FSPPB.
Lebih jauh FSPPB menilai, proses penggantian direksi Pertamina tidak sesuai dengan UU No.19/2003 tentang BUMN, dan tidak mengindahkan pandangan maupun masukan dari karyawan. “Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah sangat lemah menghadapi tekanan dan kepentingan bisnis,” ujar FSPPB.
Secara halus FSPPB mengancam akan melakukan “aksi industrial” bilamana diperlukan dan diminta oleh anggotanya di sentra-sentra operasi dan produksi strategis Pertamina di seluruh Indonesia.
Galaila Karen Agustiawan, demikian nama lengkapnya, secara resmi dilantik sebagai Dirut Pertamina Kamis (5/2/09) lalu setelah terpilih melalui fit and proper test yang digelar kementerian BUMN. Karen menjadi perempuan pertama yang menempati posisi puncak di Pertamina sepanjang 51 tahun sejarah perusahaan itu.
Sebelum di Pertamina, Karen telah lama berkarier di Mobil Oil Indonesia (1984-1996). Ia pindah ke CGG Petrosystem selama setahun sebelum pindah lagi ke perusahaan konsultan Landmark Concurrent Solusi Indonesia. Tahun 2002-2006 ia bergabung dengan Halliburton Indonesia.
Karen bergabung dengan Pertamina dua tahun lalu sebagai staf ahli dengan peran sebatas konsultan. Tak lama kemudian, dia menjabat sebagai Direktur Hulu. Karen mencermati adanya perubahan cara berpikir di sektor hulu. Dia melihat, dulu orang masuk Pertamina lebih untuk keamanan kerja dan menghidupi keluarga. Menurut Karen, sekarang gal itu harus diubah menjadi perasaan bahwa bekerja di Pertamina adalah kebanggaan.

Tags: ,