Karen Agustiawan Dirut Baru Pertamina

Setelah melalui proses fit and proper test sejak Sabtu (31/1/09) lalu, hari ini akhirnya Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil mengumumkan direktur baru PT Pertamina yang terpilih. Dia adalah Karen Agustiawan, perempuan berusia 50 tahun yang sebelumnya malang-melintang dalam industri perminyakan.

“Dia yang cukup bagus untuk menjadi direksi. Kita mengajak ngomong dan melakukan interview pada cukup banyak calon. Kemudian kita lihat di antara mereka dengan banyak pertimbangan akhirnya beliau yang terpilih,” ujar Sofyan di kantornya, Kamis (5/2/2009).
Karen merupakan perempuan pertama yang menduduki kursi perusahaan milik negara yang “basah” dan strategis itu. Tak jarang, jabatan dirut Pertamina disebut-sebut sebagai kursi panas. Jadi, apakah Karen akan mampu? “Kita merasakan setelah melakukan interview dan segala hal yang kemungkinan akan dihadapi di sana, dia siap,” tukas Sofyan seperti dilaporkan detikcom.

Di samping itu, sambung Sofyan, Karen akan didampingi seorang wakil dirut yang mempunyai pengalaman bagus juga. Yakni, Omar S Anwar yang sebelumnya Direktur Bank Mandiri dan Direktur PT Rio Tinto. Menurut Sofyan, duet Karen-Omar merupakan kombinasi yang pas karena masing-masing adalah orang teknis dan orang bisnis.
“Karen di teknis, Omar di bisnis. Kita anggap mereka kompeten setelah melalui fit and proper test yang cukup intensif,” ujar dia.

Di Pertamina sendiri, Karen bukanlah orang baru. Sebelum terpilih sebagai Dirut menggantikan Ari H Soemarno (menjabat sejak 2006), Karen adalah Direktur Hulu Pertamina (dilantik Maret 2008). Lahir di Bandung, 19 Oktober 1958, sarjana Teknik Fisika dari ITB ini memulai kariernya di Mobil Oil Indonesia pada 1984 sebagai System Analyst. Pada 1988, ia dipindahtugaskan ke Mobil Oil Dallas.

Pada 1992 Karen kembali ke Mobil Oil Indonesia sebagai Project Leader di Exploration Computing Department (hingga 1996) dan Mutual Agreement Separation Package (hingga 1998), sebelum akhirnya bergabung dengan CGG Petrosystems di Indonesia sebagai product manager aplikasi G&G dan data manajemen.

Sebelum bergabung dengan Pertamina pada 2006, Karen sempat bekerja di Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai Domain Specialist (1998-1999) dan Business Development Manager (2000-2002), lalu pindah ke Halliburton Indonesia sebagai Commercial Manager for Consulting and Project Management.

Karen akan dilantik sebagai Dirut Pertamina pada hari ini pukul 15.00 WIB. Ia telah menyingkirkan sejumlah nama yang sebelumnya santer disebut dalam bursa calon, antara lain mantan Menteri Pertambangan Kuntoro Mangkusubroto, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal, mantan Direktur Umum dan SDM Pertamina Sony Sumarsono, dan mantan Direktur Utama JP Morgan Indonesia Gita Wiryawan.

Tags: ,