Jumlah Orang yang Bekerja ke Luar Negeri Turun Drastis

Jumlah orang yang pergi bekerja keluar negeri menurun drastis sejak dimulainya krisis global. Penelitian yang disponsori BBC World Service menunjukkan bahwa mereka yang sudah berada di luar negeri kemungkinan tetap tinggal daripada pulang. Uang yang dikirim para pekerja migran ke keluarga di negara masing-masing juga dilaporkan menurun.

Penelitian dilakukan oleh Migration Policy Institute di Washington. Gambaran yang diperlihatkan laporan hasil penelitian tersebut berbeda-beda, namun pola umumnya menunjukkan bahwa lebih sedikit orang yang pergi bekerja ke luar negeri. Misalnya, ada penurunan tajam orang-orang Meksiko yang masuk ke Amerika Serikat.

Hasil survei juga menemukan bahwa mereka yang telah berada di luar negeri kemungkinan kehilangan pekerjaan. Dikatakan, temuan tersebut mencerminkan bahwa para migran yang sering bekerja di negara maju terancam resesi, misalnya mereka yang bekerja di bidang konstruksi dan pariwisata.

Meskipun kehilangan pendapatan, penelitian itu tidak menemukan bukti kepulangan besar-besaran. Menurut analisis, mereka memilih untuk tidak pulang karena menghindari kesulitan jika nantinya ingin kembali lagi ke luar negeri. Hal itu dirasakan khususnya bagi mereka yang masuk secara ilegal.

Namun, ditemukan kekecualian dalam pola ini. Banyak pekerja yang pergi dari Eropa Timur dan Tengah ke Inggris atau Irlandia telah pulang ke negaranya. Di beberapa negara seperti Polandia, kondisi ekonominya memang tidak begitu memburuk.

Selain itu, sebagai anggota Uni Eropa mereka dapat kembali ke luar negeri di kemudian hari. BBCIndonesia.com melaporkan, kekecualian lainnya dari pola umum itu adalah uang kiriman ke negara-negara Asia masih terus bertambah.

Tags: