Jamsostek Siap Cairkan Dana Pensiun 830 Ribu Orang

Banyaknya PHK yang terjadi sejak akhir tahun lalu membuat PT Jamsostek siap-siap untuk melayani peningkatan permintaan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) tahun ini. Dipastikan, lebih dari 830 ribu peserta Jamsostek telah memenuhi syarat untuk mencarikan dananya tahun ini, dan Jamsostek telah menyiapkan dana sebesar Rp 4 tirliun.
Antisipasi juga dilakukan berkaitan dengan ketentuan baru yang menyatakan bahwa peserta JHT bisa mencairkan dananya dalam 5 tahun 1 bulan sejak 12 Januari 2009 –dari ketentuan sebelumnya 5 tahun 6 bulan.
“Jumlah JHT yang ter-cover 8.219.154 orang, sebanyak 830.873 orang diantaranya dengan saldo JHT sebesar Rp 3, 634 triliun adalah peserta yang memenuhi persyaratan pengambilan JHT tenaga kerja non aktif dengan masa keikutsertaan minimal 5 tahun dan masa tunggu 1 bulan, tapi kita siapkan Rp 4 triliun,” para Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga di Jakarta beberapa waktu lalu.
Diungkapkan, jumlah pencairan JHT sepanjang Januari 2009 masih berada di angka rata-rata bulanan, yakni 80.000 peserta, senilai Rp 250 miliar. Dengan kata lain, sejauh ini belum terjadi lonjakan pencairan dana JHT. “Tapi, sebagai antisipasi kita tetap menjaga portofolio investasi yang likuid guna mempersiapkan pembayaran dana JHT dari kepesertaan non aktif dan aktif,” ujar Hotbonar.
Lebih jauh Hotbonar mengatakan, selain menyiapkan dana JHT, tahun ini Jamsostek juga melakukan beberapa langkah terkait situasi akibat dampak krisis. Yakni, menyiapkan dana PHK sebesar Rp 4 miliar, dana kemitraan 8 sektor (industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan sektor lainnya) sebesar Rp 24 miliar.
Jamsostek juga telah berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja setempat untuk melakukan program jemput bola terhadap pelayanan pencairan dana. Bila terjadi PHK lebih dari 100 orang di suatu perusahaan maka kantor cabang Jamsostek akan mendatangi perusahaan tersebut untuk memberikan layanan mulai dari pengisian formulir hingga syarat menerima pembayaran.
“Tujuannya untuk menghindari antrean penerima bantuan PHK,” ujar Hotbonar.
Tahun ini, Jamsostek menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10 persen menjadi Rp 1,27 triliun dari tahun sebelumnya Rp 937,6 miliar. Sementara untuk investasi, Jamsostek juga menaikkan targetnya menjadi Rp 72,7 triliun (dari target tahun lalu Rp 68,4 triliun) dengan rincian, Rp 65,2 triliun berasal dari dana JHT dan Rp 7,5 triliun dari non-JHT.
Sasaran investasi Jamsostek tahun ini, tertinggi tetap tertuju pada obligasi (senilai Rp 36,4 triliun atau 50,13%), menyusul kemudian deposito (Rp 21,3 triliun atau 29,29%), saham (Rp 10,7 triliun atau 14,81%), reksadana (Rp 2,63 triliun atau 3,63%), properti (Rp 824,3 miliar atau 1,13%) dan penyertaan modal (Rp 739,8 miliar atau 1,02%).

Tags: ,