Jabatan Manajer Marketing Makin Spesifik tapi Strategis

Perubahan perilaku konsumen di era teknologi dewasa ini menuntut cara-cara penanganan baru dari orang-orang yang berkecimpung di bidang marketing. Hal ini melahirkan spesifikasi yang makin tajam pada jabatan manajer marketing ke arah yang lebih strategis.
“Jabatan-jabatan baru bermunculan karena marketing terus berkembang mengikuti perubahan perilaku konsumen yang memerlukan cara-cara baru untuk menanganinya,” ujar Direktur Program MM-Strategic Marketing Binus Business School Amalia E. Maulana di Kampus Binus Gedung Joseph Wibowo Center, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/08).

Menurut Amalia, bidang marketing saat ini menghadapi lingkungan baru yang diwarnai dengan kompetisi tinggi, brand yang makin kompleks dan media-media baru komunikasi serta banyaknya giant retailer. Dimana, pada gilirannya faktor-faktor tersebut mengubah wajah konsumen untuk selamanya.

“Kita menghadapi konsumen yang beda. Selain behaviour-nya yang tak lagi sama, mereka juga lebih educated, melakukan interaksi dengan produk maupun brand secara berbeda, serta pola komunikasi dan perilaku berbelanjanya juga berubah,” jelas dia. Amalia menyebutkan dua jabatan manajer baru di area marketing yang lahir dari perubahan tersebut, dan kini paling banyak dicari oleh perusahaan. Yakni, Consumer Insight Manager dan Marketing Communication Manager.

Di samping itu, masih banyak lagi jabaran-jabaran baru di bidang yang sama, yang semuanya makin spesifik namun berada pada level yang dituntut untuk berpikir secara lebih strategis. Di antaranya Marketing Intelligence Manager, Customer Relationship Manager, Customer Retention&Loyalty, Interactive Marketing Manager, Marketing Channel Manager, E-commerce Manager, Strategic Media Planning Manager dan Market Research Manager.

“Beberapa di antara jabatan itu ada yang merupakan redefinisi dan reposisi, atau istilahnya versi keren, dari jabatan sebelumnya yang fungsinya sama. Misalnya, Marketing Channel Manager itu sebelumnya dikenal dengan Distribution Manager,” jelas Amalia. Managing Partner Amrop Hever Indonesia Irham Dilmy, dalam kesempatan yang sama membenarkan bahwa permintaan terhadap jabatan eksekutif di bidang marketing tergolong tinggi, bahkan paling tinggi di antara bidang-bidang yang lain.

Bicara sebagai seorang head hunter dari perusahaan executive search ternama, Dilmy mengungkapkan data pencarian eksekutif berdasarkan posisi per 2007, marketing dan sales menempati urutan teratas, mengambil proporsi 34 %.

Pendamping dan Penyokong

Cunsumer Insight Manager PT Bintang Toedjoe Niken mengungkapkan, tugas utama seorang manajer consumer insight mendampingi dan menyokong aktivitas-aktivitas yang luas, dari marketing, sales hingga inovasi dan pengembangan produk.

Tujuannya, tak lain, untuk menemukan masukan yang relevan tidak hanya bagi produk yang sudah ada tapi juga untuk menciptakan kesempatan bisnis baru di masa depan.
“Tugas saya setiap tengah tahun melihat tren-tren global dan juga apa yang berkembang di dalam negeri untuk menentukan, kita mau ngapain lagi ya. Jadi, saya sudah membikin plan untuk 10 hingga 15 tahun ke depan,” ujar Niken.

Ditambahkan, salah satu kualifikasi atau dalam bahasa Niken key skill yang harus dimiliki oleh seorang Cunsumer Insight Manager adalah menguasa metodologi penelitian. Menarik, bukan? Anda mulai berpikir untuk berkarir di bidang ini? Kesempatan terbuka lebar, dan permintaan cukup tinggi. Tunggu apa lagi?

Tags: