Hampir Separo Perusahaan Mengecek Facebook Pelamar Kerja

Hampir separo (45%) perusahaan di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka kini memanfaatkan situs-situs jaringan sosial di internet untuk menggali informasi tentang orang yang melamar kerja. Angka tersebut meningkat dari survei-surveri sebelumnya.

Survei terbaru ini dilakukan oleh lembaga survei Harris Interactive atas pesanan CareerBuilder. Situs jejaring sosial yang digunakan oleh perusahaan untuk mengecek calon karyawan bermacam-macam, dari Facebook (29%), LinkedIn (26%) hingga MySpace (21%).

Selebihnya ditemukanbahwa 11% perusahaan melakukan searchingblog untuk mengetahui lebih jauh mengenai pelamar mereka, dan 7% mem-follow kandidat yang bersangkutan di Twitter.

Dilihat dari segi jenis industrinya, perusahaan yang paling banyak melakukan pengecekan online terhadap kandidat karyawan mereka adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi (63%) dan Professional & Business Services (53%).

Alasan Penolakan

Lalu, apa yang terjadi setelah perusahaan mengecek Facebook calon karyawannya? Dilaporkan, 35% mempertimbangkan isi Facebook kandidat sebagai alasan untuk menolak lamaran mereka.

Jika dirinci, inilah contoh penolakan perusahaan terhadap kandidat berdasarkan informasi dari jaringan sosial:

— 53% perusahaan yang disurvei menolak kandidat karena mereka mem-posting foto-foto dan informasi yang dinilai provokatif dan tidak sopan

— 44% tidak meloloskan calon karyawan karena yang bersangkutan adalah seorang “peminum” dan pemakai obat-obatan terlarang

— 35% menolak kandidat karena mereka menjelek-njelekkan perusahaan, teman kerja dan klien sebelumnya di media-media sosial

— 29% mendiskualifikasi kandidat karena dia mengesankan seorang yang payah dalam keterampilan berkomunikasi

— 26% memulangkan kandidat karena komentar-komentarnya di jejaring sosial menyerang orang lain

— 24% menolak calon karyawan karena dia menuliskan data-data bohong

— 20% memutuskan tak jadi meng-hire kandidat karena dia mengungkapkan sesuatu yang rahasia mengenai perusahaan tempat kerja sebelumnya.

Hati-hati

Para pelamar kerja juga harus berhati-hati dalam berkomunikasi online dengan pihak perusahaan, karena penggunaan emoticon dan bahasa SMS (penulisan kata yang disingkat-singkat) dalam email lamaran kerja bisa memberi kesan buruk bagi pimpinan perusahaan.

VP HR pada CareerBuilder Rosemary Heafner mengingatkan bahwa jejaring sosial merupakan sarana yang bagus untuk terhubung dengan kesempatan-kesempatan kerja, dan untuk mempromosikan personal brand melalui internet.

“Pastikan bahwa Anda memanfaatkan sumber daya ini untuk mendapatkan keuntungan dengan menciptakan image profesional dan memperlihatkan kualifikasi Anda,”pesan dia.

Tags: