Google Kebanjiran Pelamar

Selain dinobatkan sebagai tempat kerja paling menarik tahun 2007, Google saat ini juga menunjukkan diri sebagai perusahaan yang tumbuh dengan pesat. Tak heran jika mesin pencari online ini kebanjiran pelamar. Dilaporkan, jajaran manajer senior Google menghabiskan 30% waktu mereka untuk mewawancarai calon karyawan yang prospektif.

Menurut Direktur HR Google untuk wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika Liane Hornsey, perusahaannya menerima 250 aplikasi untuk setiap vakansi. Setiap pelamar yang beruntung akan dipanggil untuk sedikitnya empat kali wawancara. “Tujuan nomer satu kami adalah mendapatkan googler yang tepat,” kata dia. “Kami tidak pernah sembarangan menempatkan orang. Kami hanya merekrut staf berpotensi tinggi, yang secara kultural cocok, seratus persen talent.”

Konsekuensi dari semua itu, tegas Hornsey, Google tak pernah memecat orang.
“Jika seseorang gagal, itu kesalahan kami. Itu berarti tidak ada ketakutan dalam organisasi, karena tak ada kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan.”

Hadiah

“Pada hari pertama bekerja, seorang Noogler (karyawan baru Google) akan menemukan meja mereka penuh dengan balon-balon, hadiah-hadiah dan t-shirt,” kata Hornsey. “Sehingga mereka langsung mencintai kami, dan tak punya alasan untuk meninggalkan perusahaan,” lanjut dia seraya menyebut, angka turnover di Google hanya 3%.

Di samping pelatihan dan pengembangan, Google menerapkan kebijakan 70:20:10 untuk mendorong inovasi. Artinya, 70% waktu karyawan untuk kerja rutin, 20% untuk proyek dan 10% bebas.

“Jika ada staf yang berpikir kami harus membuka kantor di Kongo, mereka dipersilakan membentuk tim dan melakukan riset kelayakan,” ungkap Hornsey. “Dan, jika hasilnya positif, mereka boleh pergi dan membuka kantor di sana.”

Semua itu tentu saja mengharuskan adanya divisi HR yang kuat. Untuk wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Google memiliki 300 staf HR, sebagai bagian dari total karyawan sebanyak 2500 orang.

Tags: