Ganggu Kinerja Karyawan, Pemkot Surabaya Blokir Facebook

Jangan berpikir bahwa pemblokiran situs-situs jejaring sosial dan saluran-saluran ngobrol di internet di lingkungan kantor hanya terjadi di luar negeri. Di Tanah Air hal itu mulai dilakukan, dan “pelopor”-nya adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Karyawan di lingkungan pemerintahan kota terbesar kedua di Indonesia itu kini tak bisa lagi “main-main” di Facebook maupun Yahoo Messenger (YM).

Pemkot Surabaya mulai gerah atas banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya yang di Facebook dan YM pada jam-jam ketika seharusnya mereka produktif kerja. Candu dua sarana perkawanan di internet itu dirasa begitu kuat, sehingga menurunkan kinerja karyawan. Di samping itu, traffic internet di kantor pemkot disedot habis-habisan oleh dua situs tersebut.

Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Surabaya memblokir akses karyawan pada dua situs itu. Pemblokiran dilakukan pada seluruh instansi di pemkot tanpa terkecuali. Bukan hanya di satuan kerja pemerintah daerah (SKPD), tapi juga instansi di luar lingkungan Balai Kota.

”Dinas Kesehatan, Bapemas, sampai seluruh kantor kecamatan di Surabaya,” papar Kepala Diskominfo Pemkot Surabaya Chalid Buchari. Dijelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah muncul pengaduan dari beberapa SKPD. Sebab, kinerja staf di beberapa SKPD menjadi tidak optimal. ”Banyak staf yang terlalu sering menghabiskan waktu di depan layar komputer, main Facebook dan YM,” ujar dia.

Menurut Chalid, tak ada pilihan lain selain pemblokiran namun dia memastikan bahwa browsing yang lain masih bisa dilakukan oleh karyawan. Di samping itu, pemblokiran hanya dilakukan pada jam kerja.

“Kalau puasa begini ya cuma mulai pukul 8 sampai 3 sore,” kata dia. Ditambahkan, pemblokiran juga tidak akan diberlakukan selamanya, melainkan akan dievaluasi dalam beberapa pekan ke depan. “Kalau (setelah dievaluasi) dirasa pemblokiran memang layak jalan terus, ya kami blokir selamanya,” tegas Chalid.

HRD Mendukung

Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Latihan Pemkot Surabaya Yayuk Eko Rahayu mendukung langkag yang diambil Diskominfo karena pihaknya juga merasakan bahwa berdasar evaluasi, Facebook dan YM memang mengganggu ritme kerja karyawan pemkot. Yayuk juga mengaku mendapat keluhan dari beberapa kepala SKPD yang merasa kinerja anak buahnya menurun karena kurang bisa berkonsentrasi.

”Pekerjaan pokok jadi terabaikan. Saya sangat setuju Facebook dan YM diblokir. Itu memang mengganggu,” ujar dia seraya menambahkan informasi bahwa dua situs pertemanan tersebut juga memicu munculnya perselingkuhan di antara karyawan pemkot.

Modusnya, karyawan terlibat cinta lokasi karena terlalu sering berkomunikasi atau chatting lewat internet. ”Repot pokoknya,” keluh dia. Bagaimana reaksi karyawan atas pemblokiran tersebut? Harian Jawa Pos melaporkan, salah seorang karyawati di lingkungan Pemkot Surabaya yang enggan disebutkan namanya mengaku gerah.

Menurut dia, Facebook dan YM merupakan satu-satunya sarana hiburan karyawan saat bekerja. ”Kami di kantor terus kan jenuh. Beda dari mereka yang sering di lapangan,” kata dia.

Dia juga menolak jika Facebook dan YM dikambinghitamkan sebagai penyebab menurunnya kinerja. ”Kami main sambil lalu kok, cuma selingan,” ujar dia. Namun, apapun argumen keberatan dari karyawan, kebijakan yang sudah berjalan dalam sepekan ini tersebut tampaknya akan jalan terus. Lebih-lebih, kalangan DPRD Surabaya sudah menyatakan dukungannya atas pemblokiran itu.

Tags: ,