Gaji Terendah PNS 2009 Rp 1,040 juta

Kabar gembira bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI-Polri berikut para pensiunannya. Pemerintah dan DPR telah sepakat untuk menaikkan gaji PNS sebesar 15% tahun ini. Sehingga, gaji untuk PNS golongan terendah I-A dengan masa kerja nol tahun adalah Rp 1,040 juta per bulan.

Sedangkan, gaji tertinggi Rp 3,4 juta per bulan, yakni untuk golongan IV-E dengan masa kerja 32 tahun. Ketentuan gaji PNS tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perubahan Kesebelas PP No 7/1977 tentang Peraturan Gaji PNS, yang dipublikasikan oleh Departemen Keuangan melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (15/2).

Sebelum kenaikan, gaji PNS golongan IA dengan masa kerja nol tahun sebesar Rp 910.000 per bulan, dan gaji PNS golongan IVE dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2,91 juta per bulan. Perubahan besaran gaji PNS tersebut sesuai perintah UU No 41/2008 tentang APBN 2009, yakni pemerintah dan DPR sepakat menaikkan gaji PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan pensiunan PNS, TNI, serta Polri sebesar 15% pada 2009.

Meski PP No 8/2009 ditetapkan 16 Januari 2009, kenaikan gaji ini berlaku surut sejak 1 Januari 2009. Bagi PNS aktif, kenaikan gaji mulai bisa dirasakan pada bulan Maret. Bagi para pensiunan, kenaikan itu baru bisa dirasakan setelah Maret. Selain kenaikan gaji sebesar 15 persen, PNS, anggota Polri, prajurit TNI, dan para pensiunan PNS, TNI serta Polri juga akan mendapat gaji ke-13.

Tidak Berlaku bagi Pejabat

Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di hadapan Panitia Anggaran DPR menegaskan, kenaikan gaji tidak berlaku bagi para pejabat negara, termasuk presiden, wakil presiden, para menteri, anggota DPR, dan pensiunan anggota DPR.

Kenaikan gaji di atas laju inflasi tahun 2008, yang mencapai 11,2 persen itu, diharapkan tidak hanya menyesuaikan dengan inflasi, tapi juga dapat menaikkan daya beli PNS secara riil. Pemerintah berharap kenaikan gaji PNS akan mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga.Konsumsi rumah tangga merupakan andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 4,7 persen seperti ditargetkan pemerintah. Sektor pendorong ekonomi lain, terutama ekspor, tidak bisa diharapkan saat krisis seperti sekarang.

Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia relatif tinggi, yakni 70 persen. Pemerintah menargetkan konsumsi rumah tangga tahun 2009 tumbuh 4,8 persen dibanding 2008. Dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,8 persen, pemerintah optimis bisa mencapai pertumbuhan ekonomi ke level 4,7 persen.

Tags: