Engagement Karyawan Penting untuk Atasi Krisis

Mempertahankan tingginya level engagement karyawan, khususnya dalam situasi ekonomi yang lambat saat ini merupakan langkah yang penting bagi perusahaan untuk dapat bertahan dan sukses melewati masa krisis. Karyawan yang engage akan membantu mengembalikan stabililtas dan profitabilitas organisasi setelah diterpa kesulitan.
“Masa-masa pergolakan finansial sekarang ini merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk fokus pada program-program yang dapat meng-engage karyawan secara berkelanjutan,” ujar Managing Consultant pada pada Watson Wyatt Indonesia Lilis Halim usai memaparkan hasil riset Global WorkAttitude untuk kawasan Asia 2008/2009 di Jakarta pekan lalu.
Lilis mengungkapkan, tingkat engagement karyawan di negara-negara Asia-Pasific secara umum menurun sejak tahun lalu. Sementara, untuk Indonesia sendiri, tingkat engagement karyawan naik. “Ini temuan yang menarik, mengingat adanya kaitan yang kuat antara engagement karyawan dengan ukuran bisnis seperti produktivitas dan turnover,” papar dia.
Studi juga menemukan bahwa karyawan yang memiliki engagement yang tinggi, 70% atau lebih dapat melampaui target kinerja dibandingkan dengan karyawan yang engagement-nya rendah. Dan, karyawan dengan engagement tinggi memiliki tingkat absensi karena sakit 27% lebih rendah, serta risiko turnover yang sangat rendah.
“Angka-angka tersebut menekankan pentingnya menginvestasikan dana ke dalam program-program yang dapat memperkuat engagement karyawan,” simpul Lilis. Lebih jauh dijelaskan, karyawan yang engage ditandai dengan komitmen yang tinggi dan memiliki “line of sight”.
“Komitmen membuat orang memiliki motivasi dan line of sight artinya bahwa karyawan tersebut tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Lilis.
Dalam konteks Indonesia, Lilis memaparkan, ada tiga pemicu utama engagement. Yakni, komunikasi kepada karyawan, fokus pada pelanggan dan sistem penghargaan yang efektif. Lilis menjamin bahwa perusahaan yang meningkatkan level engagement karyawannya akan mendapatkan imbalan berupa peningkatan kinerja finansial.
Menurut Head of Human Capital Group pada Watson Wyatt Indonesia Henry Hanafiah, perlambatan ekonomi yang menimbulkan ketidakpastian dan ketidakamanan bagi karyawan, berpotensi melemahkan engagement yang sudah terbangun. “Maka, sangatlah penting bagi perusahaan untuk meningkatkan engagement karyawan ketika bisnis sedang melemah seperti sekarang,” tegas dia.

Tags: