Dinilai Gagal Sejahterakan Pekerja, 3 Direktur Jamsostek Dicopot

Kementerian Negara BUMN mencopot tiga dari enam direktur Jamsostek yang baru bertugas 22 bulan. Perombakan terjadi ketika investasi saham Jamsostek anjlok dari saat perolehan senilai Rp 4 triliun. Ke depan, perseroan bakal mengurangi investasi saham atau obligasi dan mengalihkannya ke deposito.

Tiga direktur baru Jamsostek adalah Elvyn G Masasya menjadi Direktur Investasi menggantikan Indrasjwari KS Kartakusuma. Karsanto sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko menggantikan Dewi Hanggraeni, dan Djoko Sungkono menggantikan Rahmaniah Hasdiani sebagai Direktur Umum dan SDM.

Elvyn dan Karsanto pernah berkarier di BNI, sedangkan Djoko pernah menjadi Direktur Operasional dan SDM Jamsostek tahun 2004. Serah terima jabatan berlangsung di Kantor Menteri Negara BUMN, Jumat (19/12) di Jakarta. Prosesi pelantikan sempat tertunda lima jam atas permintaan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno.

Menakertrans, menteri teknis yang terkait langsung dengan PT Jamsostek (Persero), baru diberi tahu tentang pergantian tersebut satu jam sebelum pelantikan. Ketiga direktur bersama Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga kemudian menghadap Mennakertrans. Dalam pertemuan itu, Erman meminta dewan direksi bekerja lebih kompak.

Menakertrans menjelaskan, dari hasil evaluasi kinerja direksi lama, kontribusi Jamsostek untuk peningkatan kesejahteraan pekerja belum optimal. ”Contohnya, program teknis yang sangat menyentuh pekerja, seperti pembangunan perumahan pekerja, tidak optimal. Saya meminta mereka lebih menggenjot kinerja teknis, jangan terlalu berorientasi bisnis,” ujar Erman seperti dilaporkan Kompas.

Wakil buruh di Dewan Komisaris Jamsostek Rekson Silaban juga meminta tim baru lebih berkonsentrasi menghasilkan program peningkatan kesejahteraan peserta. Dari 25 juta peserta Jamsostek, hanya 7,8 juta pekerja yang masih aktif. Sampai 30 Juni 2008, Jamsostek mengelola dana Rp 61 triliun, yakni Rp 53,7 triliun dana jaminan hari tua (JHT) buruh dan Rp 7,3 triliun bukan JHT.

Menurut Hotbonar, perseroan bakal mengurangi investasi saham atau obligasi dan mengalihkan ke deposito. ”Kami akan menonjolkan keberpihakan kepada peserta. Akan lebih banyak penempatan deposito di bank-bank yang punya komitmen (menyalurkan kredit untuk) membangun rusunami dan rusunawa,” kata dia.

Tags: