Banyak Pengusaha Salah Paham soal Benefit bagi Karyawan

Masih banyak kalangan pengusaha yang tidak memiliki kesamaan pandangan dengan staf mereka atas peran penting gaji dan benefit dalam kaitan dengan proses rekrutmen, retensi dan memotivasi karyawan. Sebagai akibatnya, banyak organisasi kehilangan talent mereka.

Secara khusus, berkaitan dengan program-program tunjangan kesehatan dan pensiun, kinerja-tinggi karyawan menuntut perhatian yang memadai. Tapi, sejumlah pengusaha menyalahpahami pentingnya hal itu, dan itulah yang muncul sebagai salah satu temuan survei yang dilakukan atas 262 perusahaan besar di Amerika dan 1.100 pekerja oleh tim konsultan dari Watson Wyatt Worldwide dan WorldatWork, sebuah asosiasi profesional bidang HR.

Selama tiga tahun berturut-turut, sejumlah pengusaha mengeluh bahwa mereka menghadapi persoalan yang nyata seputar bagaimana menarik dan mempertahankan karyawan. Khususnya, untuk karyawan yang memiliki keahlian penting dan kinerja bagus. Faktanya, menurut survei, 63% pengusaha mengatakan bahwa mereka dihadapkan pada kesulitan yang tinggi maupun sedang dalam menarik top staff.

Masalah-masalah tersebut masih ditambah dengan persoalan pasar rekrutmen. Hanya satu dari 5 karyawan merasa bahwa mereka akan memiliki masalah-masalah dalam menemukan pekerjaan baru ketika mereka butuh. Dan, satu dari 7 (15%) karyawan merasa tidak yakin berapa lama mereka akan tetap pekerja di perusahaan yang sama.
Salah satu faktor terbesar dalam persoalan ini adalah perbedaan antara “what employees value” dan “what employers think they value”.

Menggarisbawahi hal tersebut adalah fakta bahwa hampir 86% perusahaan berpikir, mereka melakukan hal yang benar dalam memperlakukan karyawan dengan baik. Namun, hanya separo (55%) karyawan yang menyetujui hal itu.

Gaji merupakan isu utama lain yang muncul dalam survei bertajuk 2006/2007 Strategic Rewards itu. Ditemukan, 7 dari 10 karyawan menunjuk gaji sebagai satu dari 3 besar alasan mereka meninggalkan perusahaan. Sementara, 68% pengusaha menunjuk kesempatan-kesempatan promosi jabatan sebagai satu dari 3 besar alasan kepergian karyawan.

Salah Paham

Pengusaha juga cukup gawat menyalahpahami pentingnya benefit seperti tunjangan kesehatan dan pensiun sebagai faktor yang menentukan dalam mempertahankan karyawan. Sebagai contoh, tak satu pun perusahaan yang disurvei berpikir tunjangan kesehatan adalah alasan kunci seorang karyawan keluar. Padahal, hampir 22% karyawan menyebut itu sebagai alasan penting.

Hal yang sama berlaku pada tunjangan pensiun, di mana 17% karyawan melihatnya sebagai faktor dalam retensi, berbanding dengan hanya 2% pengusaha yang berpendapat demikian.

“Perjanjian antara pengusaha dan karyawan sedang berubah, dan begitu pula prioritas-prioritas karyawan,” ujar direktur konsultasi masalah strategi reward pada Watson Wyatt Laura Sejen seperti dilaporkan management-issues.com. “Penting bagi perusahaan untuk menyeimbangkan tujuan bisnis dengan penghargaan yang diharapkan karyawan. Perusahaan yang tidak memperhatikan gaji dan benefit secara baik punya risiko kehilangan talent terbaiknya,” tambah dia.

Tags: