Banyak Manajer Pertahankan Karyawan Buruk Ketimbang Rekrut Orang Baru

Apa yang terpikir di benak Anda ketika memiliki karyawan dengan kinerja yang buruk? Memberinya pelatihan, atau memecatnya? Atau membiarkannya saja? Kebanyakan manajer ternyata lebih memilih untuk mengelola orang yang sudah mereka kenal, walaupun kinerjanya buruk, ketimbang memulai dari nol dengan (merekrut) orang yang sama sekali baru.

Survei yang dilakukan atas 200 orang manajer hiring oleh lembaga konsultan manajemen Calipers di AS menemukan bahwa sebagian besar manajer merasa lebih miris menghadapi orang baru, dan mengaku lebih nyaman menghadai ibaratnya “setan” tapi sudah kenal lama.

Hampir 7 dari 10 mengatakan, mereka akan bertahan dengan karyawan yang sudah ada ketimbang memberi kesempatan pada orang baru dan sama sekali belum kenal. Hanya kurang dari sepertiga yang mengaku lebih sulit mengelola tenaga kerja yang sudah ada ketimbang menyeleksi karyawan baru.

“Dalam situasi ekonomi yang sulit seperti saat ini, orang merupakan competitive advantage paling powerful bagi perusahaan,” ujar pendiri dan CEO Caliper Herb Greenberg. “Setiap karyawan yang baru di-hire memberikan kesempatan berharga yang setiap perusahaan tak ingin menyia-nyiakannya. Hal ini mendorong perusahaan untuk lebih smart dalam proses hiring, dan menghindari buang-buang biaya untuk keputusan yang salah,” tambah dia.

Itulah sebabnya, menyuntikkan darah segar ke dalam tim dengan memasukkan orang baru, merupakan sesuatu yang menakutkan banyak manajer takut “salah orang”. Sebab keputusan yang salah dalam proses rekrutmen, tidak mudah diperbaiki, sehingga banyak manajer lebih memilih tidak melakukan apa-apa.

Banyak survei telah menunjukkan bahwa proses hiring yang buruk meminta ongkos yang tidak kecil, yang muncul dari kinerja yang buruk, engagement yang rendah dan angka turn over yang tinggi. Namun, bagaimana pun, hasil survei Calipers juga menyepakati bahwa tidak semestinya para manajer “menyerah” oleh “ketakutan” mereka pada prospek orang baru yang belum pasti. Perusahaan senantiasa perlu untuk memberi kesempatan kepada karyawan baru.

Tags: