Banyak Insinyur Kita Sulit Dapat Kerja

Proyek Palapa Rings, jaringan kabel fiber optik yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua Barat, yang digagas oleh konsursium 6 perusahan telekomunikasi besar di Indonesia, diharapkan akan memberi manfaat turunan berupa penyerapan tenaga kerja, terutama para insinyur telekomunikasi, karena banyak di antara mereka yang selama ini sulit mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PT INTI Abdul Aziz dalam Telecommunication Partnership Forum yang mengangkat tema Next Generation Enterprise Network di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (26/2/08).
Abdul Aziz berharap, proyek ambisius tersebut tidak hanya bisa dibanggakan sebagai pembuka babak baru informasi dan telekomunikasi di Tanah Air, melainkan harus bisa membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan sisi industrinya di dalam negeri. “Sehingga tidak ada lagi cerita insinyur telekomunikasi kita menjadi marketing atau kerja di bagian finance.
Selain prihatin terhadap pertumbuhan tenaga kerja yang tinggi dan tak tersalurkan, Abdul Aziz juga menyinggung rendahnya total remunerasi insinyur di Indonesia. “Remunerasi tenaga insinyur lokal hanya setengahnya dari insinyur di Korea, dan juga lebih rendah kalau dibandingkan dengan Filipina, Thailand dan Malaysia,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Network dan Solution PT Telkom I Nyoman G Wiryanata menyerukan, para insinyur harus mengubah pola pikirnya dan membekali diri seiring dengan dunia yang berubah ke arah yang serba berbasis internet.
“Itulah salah satu tujuan diubahnya Sekolah Tinggi Telekomunikasi menjadi institut,” ungkap Nyoman.
Menurut Nyoman, tantangan bisnis telekomunikasi ke depan adalah kondisi pasar yang telah dikendalikan nyaris sepenuhnya oleh konsumen. Sehingga dari sisi enterprise-nya, dunia telekomunikasi memerlukan talent-talent yang memahami benar seluk-beluk generasi baru yang perilakunya berorientasi IT.
Dengan adanya proyek Palapa Ring, Nyoman berharap terjadi akselerasi penetrasi internet dan telepon di seluruh wilayah Indonesia, dengan biaya yang jauh lebih murah. “Jika proyek ini terwujud, maka kecepatan dan kapasitas infrastruktur makin besar, akses internet maupun telepon semakin luas dan murah, dan orang bisa bekerja dari rumah atau dari mana saja, meeting tidak harus di kantor dan lifestyle kita akan berubah,” papar dia.
Palapa Ring adalah proyek jaringan backbone serat optik nasional, berkualitas handal dan berkapasitas besar yang akan menjangkau 33 propinsi dan 440 kota/kabupaten. Ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia dan akan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada.
Acara Telecommunication Partnership Forum diselenggarakan oleh Depkominfo dan dan Palapa Ring Consorsium bekerja sama dengan Ikatan Alumni ITB dan Persatuan Insinyur Indonesia.

Tags: