Aplikasi Online Meningkat, Respon Perusahaan Kurang

Dewasa ini, internet telah menjadi persinggahan pertama bagi para pencari kerja. Namun, tren tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan yang sama dari pihak perusahaan.

Bahkan, sebuah survei menemukan kecenderungan yang negatif, di mana masih banyak perusahaan yang justru merusak citra brand mereka dalam menangani aplikasi online.

Menurut laporan hasil penelitian yang dilakukan oleh situs rekrutmen totaljobs.com atas 1.198 orang, 80% pencari kerja melihat internet sebelum mencari (informasi) lowongan kerja di tempat lain.

Angka tersebut merupakan kenaikan dari hasil survei tahun 2005, yakni 66%. Disusul kemudian surat kabar, yang masih menjadi andalan setidaknya 52% pencari kerja.

Dari segi volume, aplikasi online juga meningkat. Lebih dari separo responden pernah mengirimkan lamaran pekerjaan melalui internet. Sementara, sepertiga mengaku telah mengirimkan aplikasi online< untuk antara satu hingga lima lowongan dalam sebulan.

Kendati aktivitas pencarian kerja secara online begitu tinggi, kebanyakan perusahaan justru merusak reputasi mereka dengan kegagalan mereka merespon secara layak para aplikan tersebut.

Tiga perempat responden mengaku tidak menerima respon atau pemberitahuan apapun dari pihak perusahaan yang mereka kirimi aplikasi secara online.

Direktur totaljobs.com John Salt mengatakan, “Perusahaan sebenarnya memahami pentingnya aplikasi online, tapi kebanyakan belum mengubah prinsip-prinsip manajemen hubungan customer menyesuaikan tren rekrutmen online.”

Salt juga menggarisbawahi bahwa hasil penelitian tersebut juga memberi wawasan tentang siapa sebenarnya yang menggunakan internet untuk mencari kerja, dan menunjukkan bahwa pencari kerja lewat internet semakin berpengalaman dan profesional.

Tak kalah penting untuk dicermati kalangan pemimpin perusahaan, 40% pencari kerja secara online adalah level manajer ke atas –naik 5% dari laporan sebelumnya.

Tags: