8 Perusahaan Besar AS Pecat Ribuan Karyawan

Krisis ekonomi di Amerika Serikat sejak 2010 lalu berakibat besar bagi semua kalangan, terutama pekerja. Akibat tingginya biaya pekerja, banyak perusahaan yang memilih memangkas jumlah karyawannya dengan dalih penghematan biaya perusahaan. 8 perusahaan besar di Amerika belum lama ini memilih merumahkan ribuan karyawannya sebagai langkah menyelamatkan keuangan perusahaan. Siapa saja 8 perusahaan tersebut?

Perusahaan raksasa komputer, Hewlett-Packard (HP) memilih untuk memecat 27 ribu karyawannya atau sekitar 8% dari seluruh tenaga kerja yang ada, akibat krisis yang melanda mereka.  PHK besar-besaran tersebut terkait dengan penurunan keuntungan perusahaan, terutama penjualan Komputer dan Printer.

HP yang memiliki 300 ribu karyawan itu berharap dengan PHK ini, perusahaan akan menghemat sekitar US$ 3 milyar (sekitar Rp 28 triliun) sampai akhir 2014 nanti. HP juga menyampaikan penghematan tersebut  akan dimanfaatkan untuk membiayai pengembangan dan penelitian.

Selanjutnya, Maskapai penerbangan terbesar ketiga di AS, American Airline mengumumkan akan memecat 13.000 karyawannya dari total 73.000 staf yang mereka punya. Dari 13.000 karyawan yang akan dirumahkan, sebagian besar adalah pekerja bagian pemeliharaan dan bagasi. Selanjutnya sekitar 2.300 pramugari dan 400 pilot juga akan kehilangan pekerjaan.

Dalam sebuah surat kepada karyawannya, pemimpin AMR Thomas W Horton mengatakan “Kami akan melanjutkan perjalanan ini dengan lebih sedikit orang. Tetapi kami sebenarnya mencegah puluhan ribu pekerjaan yang akan hilang, jika kita tidak mengambil jalan ini,” ujar Thomas Horton, CEO AMR kepada karyawannya. American Airlines telah mengalami kebangkrutan sejak November 2011 lalu.

Sementara itu, perusahaan teknologi terbesar di Jepang, Sony Corp menyatakan akan memangkas 10.000 karyawannya atau sekitar 6% dari jumlah karyawan global Sony. Setelah mengalami kerugian selama 4 tahun belakangan, raksasa digital ini berjuang mengembalikan kejayaan bisnis televisinya yang tidak untung selama 8 tahun. Dengan adanya pemecatan ini, Sony berencana akan terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan serta memperluas produknya dalam digital, game dan pasar mobile.

Perusahaan pembuat Tide, Crest, Charmin, dan Gillet, Procter & Gamble (P&G) berencana akan memecat 5.700 karyawannya pada bulan Juni ini. P&G akan memberhentikan sekitar 10% karyawan non manufaktur, dan upaya ini diharap dapat menghemat $ 10 Miliar pengeluaran sampai tahun 2016 nanti. Sementara, P&G tetap mengupahi China dan pasar berkembang lainnya, di mana mereka ingin menjual produk konsumen untuk kelas menengah yang berkembang.

“Seharusnya hal ini akan membuat kami lebih aktif dan cepat bergerak sebagai organisasi,” ujar Bob McDonald, CEO P&G ketika mengumumkan PHK.

Perubahan gaya hidup di Amerika ternyata merugikan perusahaan soda terbesar di AS, PepsiCo terpaksa memecat 8.700 karyawan sejak penghasilannnya menurun. Peralihan konsumsi soda ke minuman sehat yang sedang digalakkan di Amerika menuntut PepsiCo untuk mengurangi biaya, salah satunya pemecatan karyawan di 30 negara.

Ketika PHK diumumkan, CFO PepsiCo, Hugh Johston mengatakan “Ketika kami ingin mengimplementasikan strategi prioritas kami di Tahun 2012, kami harus membuat keputusan sulit,” demikian pernyataan Hugh saat pemecatan. Sebagai langkah alternatif, PepsiCo akan mencoba memenangkan kembali pangsa pasar di Amerika Utara, dimana disinyalir, mereka akan menghabiskan $ 500 juta untuk pemasaran.

Perusahaan  kelima yang juga menurun performanya adalah Yahoo, sekitar 2.000 karyawan atau  14% dari jumlah total  karyawan dikabarkan akan diberhentikan. Upaya restrukturasi radikal itu guna menghemat biaya dan meraup keuntungan kembali. Dalam pernyataan yang dilansir April lalu, Mantan Chief Executive Yahoo, Scott Thompson mengatakan “ pemotongan adalah langkah nyata menuju New Yahoo, lebih kecil, gesit, menguntungkan dan lebih siap untuk berinovasi.”

Walau begitu, portal raksasa Internet pertama ini tetap memiliki basis pengguna yang besar, tetapi telah kehilangan gaungnya, akibat beberapa saingan yang lebih gesit dalam beberapa bidang yang baru.

Selanjutnya menyalahkan kondisi pasar Eropa yang memburuk, First Solar memangkas hampir sepertiga tenaga kerjanya atau 2.000 pekerja untuk mengurangi biaya perusahaan.

Industri sumber energi alternatif saat ini mengalami krisis akibat harga jatuh, salah satu yang terkena imbasnya adalah The Tempe, salah satu perusahaan berbasis di Arizona yang bergerak di bidang sumber energi alternatif dan produsen pembuat photovoltaic.

Sekitar 1.200 posisi akan hilang, terutama yang berada di Jerman, akibat penutupan pabrik di Frankfurt. First solar juga akan mengistirahatkan lini produksinya di Malaysia pada tahun ini.

Perusahaan ke delapan, Kraft Foods, yang berbisnis makanan ringan ini terpaksa memberhentikan 1.600 karyawannya. Upaya ini dilakukan akibat pecahnya Kraft menjadi 2 perusahaan, yaitu perusahaan yang berbisnis makanan ringan seperti Oreo, Permen Trident dan Coklat Cadbury dan perusahaan yang berbasis di Amerika Utara yang memproduksi makanan penutup Jell-O, daging olahan Oscar Mayer, dan Kraft makaroni dan keju.

“Rencana kami untuk membuat Kraft lebih gesit seiring dengan kondisi ekonomi saat ini dan tekanan persaingan, membuat kami mengambil keputusan ini, ujar President Kraft Foods Amerika Utara, Tony Vernon.

Tags: , , , , ,