71% Karyawan di Indonesia Ingin Pekerjaan Baru

BERBARENGAN dengan peluncuran Asia Pacific Professional and Technical Salary Guide 2012, Kelly Services juga merilis hasil survei terakhir mengenai indeks tenaga kerja. Hasil menarik dari survei tersebut di antaranya adalah banyak karyawan di Indonesia yang sedang gelisah dalam menjalankan pekerjaan mereka. Bahkan, lebih dari setengah responden mengakui sering terbersit di pikiran mereka untuk berhenti bekerja.

Hal ini dikatakan Bernadette Themas, Managing Director Kelly Services Indonesia, di Jakarta, Selasa (5/6/2012). “Karyawan juga mengalami dampak dari ketidakpastian ekonomi dan sebagai hasilnya hanya resah yang dirasakan apabila diajak membahas mengenai tujuan karir masa depan. Kecuali perusahaan dapat menawarkan tantangan dan kesempatan yang berkelanjutan untuk tumbuh dan berkembang bersama, dan banyak karyawan dituntut untuk memberi lebih karena kompetisi di masing-masing industri terbilang cukup besar,” katanya.

Bernadette menerangkan, temuan survei terbaru ini merupakan bagian dari Kelly Global Workforce Index (KGWI), sebuah survei yang dilakukan oleh Kelly Services dengan jumlah responden kurang lebih 170.000 orang dari 30 negara yang ikut berpartisipasi, termasuk lebih dari 4.000 orang berasal dari Indonesia.

“Survei ini meneliti faktor karyawan yang digunakan untuk mengevaluasi kerja yang potensial, orang-orang yang dapat mempengaruhi pilihan karir mereka, dan penggunaan social media dalam membuat keputusan pekerjaan,” imbuhnya.

Khusus yang melibatkan responden di Indonesia, hasil surveinya antara lain;
Di antara generasi tenaga kerja, Gen Y (umur 19-30 tahun) dan Gen X (umur 31-48 tahun) adalah tenaga kerja yang umum untuk sering beralih pekerjaan. Sebanyak 72% berencana untuk pindah ke posisi lain di tahun berikutnya, sedangkan baby boomers hanya sekitar 52%.

Terlepas dari kegelisahan dalam bekerja, 73% mengatakan mereka tetap senang dengan pekerjaan yang sekarang.

Lebih dari tiga perempat responden (sekitar 80%) mengatakan bahwa pekerjaan mereka saat ini memberikan rasa yang lebih “berarti.” Kepercayaan dari perusahaan untuk “mengembangkan dan lebih unggul” telah ditemukan lebih dari 57% responden sebagai kunci untuk memberikan rasa “berarti” di perusahaan yang memayungi para karyawan ini.

Hampir tiga perempat responden (74%) menggunakan jaringan social media ketika membuat keputusan dalam karir dan pekerjaan.

Sebagai kesimpulan ringkas dari survei ini, Bernadette mengatakan banyak orang yang tidak bahagia dalam pekerjaan mereka dan secara aktif masih mencari peluang baru. “Sedangkan yang lainnya, merasa cukup puas namun tetap mencari keterlibatan yang lebih besar dan bermakna, serta siap meninggalkan pekerjaan apabila situasi tidak memberikan dukungan,” tukas Bernadette lagi. (*)

Tags: ,