Waspadai Efek Liburan terhadap Kesehatan

sand-289225_640

Ternyata liburan tidak hanya sekedar menyegarkan pikiran namun juga bisa membuat seseorang merasa stress. Hal ini diungkapkan berdasarkan infografik yang disusun oleh ClubMed, salah satu operator tur di Inggris. Infografik berikut menyediakan informasi mengenai bagaimana efek liburan terhadap tubuh manusia. Mulai dari sebelum berlibur, saat berlibur hingga setelah liburan berakhir.

sand-289225_640

(Image:Pixabay)

Sebelum berlibur seseorang akan merasa mood-nya membaik karena rencana untuk berlibur akhirnya terlaksana. Namun mood yang membaik ini ternyata diiringi pula dengan stress meningkat.

holiday1

Baca juga: Yuk Berlibur, Kenapa Tidak?

Hal ini disebabkan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan karena akan ditinggal berlibur. Peralihan dari stress pra-liburan ke saatnya liburan menyebabkan satu dari 30 orang mengalami ‘leisure sickness.’ Leisure sickness ini bisa berupa sakit perut, tingginya tekanan darah dan sakit kepala. Namun pada saatnya akan berangkat separuh di antaranya akan langsung merasa rileks.

holiday2

Selama liburan seseorang akan merasa senang dan rileks sehingga bisa mendapatkan tidur malam yang lebih banyak 30 menit dibandingkan di rumah. Tubuh pun akan mulai pulih dan mempersiapkan diri untuk kembali bekerja.

Setelah kembali dari liburan, Anda pun kembali dihadapkan dengan realita kehidupan Anda. Namun Anda kembali untuk bekerja dengan tubuh yang lebih lebih segar, sehat dan tidur yang lebih baik. Efek ini akan bertahan empat minggu setelah pulang berlibur.

Baca juga: Berlibur pun Dapat Tingkatkan Produktivitas

Perlu Anda ketahui bahwa berlibur secara rutin sangat bermanfaat bagi kesehatan fisiologis maupun psikologis. Berlibur secara rutin juga dapat menurunkan penyakit jantung dan membuat Anda lebih mudah menyeimbangakan kehidupan work-life. (*)