Mengapa Mengetahui Siklus Tidur Itu Penting!

baby-1151351_640

Bagaimana jika Anda harus tidur terlambat pada malam hari? Dalam pikiran Anda, Anda akan langsung terpikir bahwa Anda akan kesulitan bangun keesokan paginya dan akan merasa ngantuk seharian. Alyse Kalish, salah satu kontributor The Muse, juga pernah mengalaminya namun ternyata keesokan harinya ia merasa sangat bersemangat keesokan harinya. Bagaimana bisa?

baby-1151351_640

(Image: Pixabay)

Anda sudah tahu bahwa dalam siklus tidur terhadap empat tahap. Tahap pertama dimulai 14 menit (bisa lebih cepat ataupun lebih lambat) setelah Anda memejamkan mata. Ketika detak jantung Anda mulai melemah dan temperatur tubuh mulai menurun, Anda pun masuk dalam tahap kedua. Waktu di mana Anda tidur nyenyak adalah tahap ketiga. Pada tahap ketiga ini biasanya Anda bermimpi (REM). Pastikan bahwa alarm Anda tidak berbunyi pada tahap ini, karena tahap ketiga adalah tahap yang paling penting dalam tidur Anda. Karena jika Anda terbangun pada tahap ini, Anda akan merasa terdisorientasi.

Baca juga: Awas Kurang Tidur Bisa Turunkan Fungsi Otak

Untuk menemukan siklus tidurnya, Kalish mencoba menghitungnya melalui SleepyTime Calculator. Anda bisa mendownloadnya di AppStore ataupun PlayStore atau melalui website sleepyti.me. Meskipun kalkulator ini memiliki banyak kekurangan namun bukan berarti Anda tidak bisa mencobanya.

Perlu Anda ingat bahwa tidak ada jam tidur yang ideal. Seseorang bisa saja masih merasa kurang tidur meskipun sudah tidur selama delapan jam. Seseorang lainnya bisa saja merasa cukup hanya dengan tidur empat jam saja. Siklus tidur Anda pun berbeda setiap malamnya. Tidak hanya bergantung pada seberapa cepat Anda tertidur pada malam hari, namun juga gangguan yang Anda hadapi sepanjang malam. Misalnya seperti pergi ke kamar mandi, tidur dalam kondisi perut kosong dan tidur Anda pada malam sebelumnya.

Baca juga: Kurang Tidur Tingkatkan Produktivitas, Kok BISA?

Selain itu hutang tidur (sleep debt) juga ternyata benar adanya. Menurut Scientific America, kehilangan 30 menit tidur dalam tahap REM pada malam sebelumnya dapat membuat tahap REM pada malam berikutnya berlangsung selama 74 sampai 100 menit. Inilah yang menyebabkan mengapa mimpi Anda terlihat lebih nyata ketika Anda kelelahan.

Menurut Kalish, tidur bukanlah suatu hal yang ilmiah. Bahkan Time sendiri menyetujui bahwa tidak ada waktu tidur yang universal. Setiap orang berbeda dan setiap paginya memberikan tantangan yang berbeda pula untuk bangun pagi. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mempergunakan pengetahuan Anda untuk mencari tahu pola tidur Anda sendiri.

Para peneliti menyarankan jam berapapun Anda tidur Anda harus bangun pada waktu yang sama setiap paginya. Jadwal ini akan membuat tubuh Anda mengatur alarmnya sendiri. Jadi susunlah waktu tidur Anda sendiri agar Anda mendapatkan tidur yang cukup untuk menghadapi hari Anda. (*)