Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan ketika Resign

Karyawan meninggalkan pekerjaan dengan berbagai cara. Tidak sedikit di antaranya yang keluar dengan cara yang salah sehingga bos memberikan penilaian negatif ke mereka. Jika kita menyikapinya dengan cara yang benar, mendapatkan kesan positif, maka terdapat peluang bahwa nantinya kita akan mendapatkan referensi yang bagus dari mantan bos. Referensi tersebut akan kita perlukan nanti ketika melamar kerja di tempat lain.

Lalu apa saja hal yang harus kita lakukan (do) dan yang tidak boleh kita lakukan (don’t) ketika kita resign? Berikut adalah ulasan dari about.com mengenai hal-hal yang boleh/tidak boleh kita lakukan ketika resign:

Do’s:

1. Hapus data pribadi pada komputer

Sebelum resign, data-data pribadi maupun email di komputer harus segera kita hapus agar tidak dipergunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Adakalanya, setelah kita mengatakan resign, bos kita menginginkan proses keluar yang lebih cepat dari perkiraan kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kontak orang yang bisa kita percaya di kantor, sehingga kita ketika kita pergi, kita masih bisa meminta tolong untuk menghapus data-data di komputer tersebut.

2. Memberi tahu terlebih dahulu

Kecuali dalam situasi yang tidak memungkinkan, memberi peringatan dua minggu sebelum keluar (two-week notice) adalah sebuah standar baku yang harus kita lakukan. Kecuali jika benar-benar mendesak dan kita tidak bisa memberikan peringatan maka kita harus diskusikan hal ini dengan bos secara baik-baik.

3. Menulis surat resign

Ada baiknya ketika resign, kita menuliskan surat formal agar nantinya disimpan dalam employement file oleh kantor. Dalam surat tersebut, kita tidak perlu menulis panjang lebar, cukup dengan pernyataan bahwa kita harus keluar dan kapan hari terakhir kita bekerja. Bisa juga kita menambahkan alasan-alasan yang dapat diterima bos, seperti bersekolah lagi, pindah atau bahkan alasan personal.

4. Tawarkan bantuan

Sebelum keluar, kita masih bisa menawarkan bantuan pada perusahaan selama masa transisi dan pergantian dengan karyawan yang baru. Meskipun seandainya tawaran kita ditolak, setidaknya kita sudah beritikad baik untuk membantu.

5. Mintalah surat referensi

Apabila setelah keluar kita berencana untuk mencari kerja di tempat lain, maka surat referensi akan berguna. Jika mantan bos mengatakan hal-hal positif tentang kita, calon perusahaan akan melihat itu sebagai poin plus dalam diri kita sebagai kandidat.

6. Tanyakan detail

Ketika kita meninggalkan perusahaan, pastikan bahwa kita tahu segala bentuk hak yang bisa kita terima setelah resign. Kita boleh bertanya tentang gaji, tunjangan maupun benefit yang seharusnya kita dapatkan.

Dont’s:

1. Menuangkan kekesalan dalam surat resign

Sebenci apapun kita kepada bos atau perusahaan, jangan sampai kita menuangkan kebencian tersebut dalam surat keterangan resign. Surat tersebut akan disimpan sebagai dokumen perusahaan dan bisa saja suatu saat nanti surat tersebut kembali kepada kita pada situasi yang berbeda. Tidak perlu kebencian itu disampaikan karena memang ungkapan kekesalan tidak penting sama sekali.

2. Menjadi negatif

Kita boleh mengatakan rencana kepindahan kita kepada teman kantor. Namun, kepada mereka, kita tidak perlu menceritakan hal-hal buruk tentang perusahaan. Lebih baik kita ceritakan bagaimana kita telah belajar dari perusahaan atau keuntungan apa saja yang telah kita dapatkan.

3. Berbual tentang pekerjaan baru kita

Seandainya pun kita telah mendapatkan pekerjaan paling keren sedunia, kita tidak perlu membual dan menyombongkan diri. Kita tidak akan terlihat mengesankan dengan cara membual dan membesar-besarkan sesuatu.

4. Lupa berpamitan

Sebelum benar-benar keluar dari kantor, sempatkan waktu untuk mengucapkan salam perpisahaan. Bisa juga dengan mengirim email. Kita menceritakan bahwa kita akan pindah, mencari atau memulai pekerjaan baru. Dengan begitu, kita masih bisa keep in touch dan menjalin networking.

Tags: