Tips menjadi Global Leader

Dunia semakin datar. Inilah yang membuat persaingan dalam berkarir semakin menantang.

Sudah menjadi pemandangan jamak, Indonesia saat ini mulai dibanjiri para expatriat. Talent-talent dari negara-negara seperti Singapura, Hong Kong, India, dan lain-lain mengisi posisi-posisi puncak di perusahaan nasional. Bagaimana talent Indonesia dapat bersaing di era globalisasi ini?

Prof. Dr. Hora Tjitra, Associate Professor for Applied Psychology, Zhejiang University, China memberikan pandangannya kepada PortalHR.com. Menurutnya apa yang disebut dengan era baru globalisasi menghadirkan tantangan tersendiri bagi para talent di Indonesia yang sudah siap go international.

“Era globalisasi ini harusnya menjadi tantangan bagi para talent di Indonesia. Dalam konteks berkarir saat ini tidak hanya di dalam negeri saja, di luar negeri banyak sekali peluang yang bisa diambil,” ujarnya sambil menyebut peluang itu bisa muncul dari perusahaan multinasional maupun BUMN yang ingin melebarkan bisnisnya ke luar negeri.

Ia mengingatkan, dalam konteks persaingan di dalam negeri, mau tidak mau akan banyak orang-orang asing yang akan datang ke Indonesia. “Mereka ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama memang bisa menjadi pesaing dengan kita secara langsung maupun tidak. Kedua mereka datang untuk menjadi partner atau saling bekerjasama. Semuanya menuntut kita untuk siap dalam hal bersaing maupun bekerjasama dengan mereka, dan ini membutuhkan skill dan kompetensi yang sama dengan mereka,” tuturnya.

Adapun persiapan apa saja yang diperlukan bagi para local manager untuk bisa berkiprah menjadi global leader, Hora memberikan tips-tipsnya. Pertama, para talent di Indonesia harus rela meninggalkan comfort zone, bahkan sedikit berkorban jauh dengan keluarga. Kedua, talent Indonesia harus lebih percaya diri di mana seringkali mereka ini minder kalau sudah berhubungan dengan orang luar.

“Padahal kita memiliki lebih banyak keunggulan dibanding mereka. Salah satunya adalah kita memiliki pemahaman budaya yang lebih baik, di mana kita tumbuh dan dibesarkan dengan lingkungan majemuk dan multikultural, membuat kita terlatih dan sering kali kita mengalami orang belum ngomong saja kadang kita sudah tahu, oh kayaknya ada yang salah nih. Nah, dengan kelebihan inilah, talent Indonesia sebenarnya dikenal bisa memerankan seorang fasilitator yang baik, dan secara tidak sadar kita punya modal untuk itu” imbuh Hora. (rudi@portalhr.com)

Tags: ,