Tips Agar Makin Inovatif

Inovator yang hebat melihat peluang yang tidak dilihat orang lain. Mereka tidak hanya mendengar apa yang orang katakan, mereka menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang kita tidak tahu bahwa kita membutuhkannya. Tetapi ada saat ketika kita melihat pada sesuatu tersebut, kita akan berkata “Yes, I want it”.

Begitulah bagaimana Eric Schmidt, CEO Google mendefinisikan innovator hebat. Meskipun sebuah tulisan dalam forbes.com menambahkan definisinya bahwa seorang innovator juga merupakan orang yang memperbaharui produk yang sudah ada sebelumnya.

Organisasi yang inovatif membutuhkan seorang leader yang juga inovatif, seperti Apple dan Google yang selalu masuk dalam daftar perusahaan paling inovatif versi majalah Forbes. Lalu bagaimana kita menemukan leader seperti itu? Mungkin saja dunia tidak memiliki banyak orang seperti Steve Jobs atau Eric Schmidt saat ini.

Namun kita tidak perlu putus asa karena pada dasarnya kapasitas inovatif yang kita miliki bisa saja ditingkatkan. Berikut adalah sepuluh karakter yang harus kita pertajam ketika kita ingin menjadi lebih inovatif:

1. Menjadi inovatif artinya melakukan yang hal berbeda atau melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan orang sebelumnya. Kredo tersebut sudah seharusnya melekat dalam diri seorang innovator. Manifestasinya, ia dapat menciptakan lingkungan kerja yang menyediakan fasilitas bagi karyawan untuk menantang status quo dan menembus batas untuk terus bertumbuh.

2. Inovator adalah seorang pemimpin autentik yang mampu menciptakan sebuah organisasi yang dinamis, produktif dan berlandaskan pada nilai-nilai positif. Ia juga mampu merekrut orang yang memang memiliki passion untuk berkerja di perusahaan tersebut, memberikan mereka peluang untuk berkembang dan juga memberikan penghargaan untuk kerja keras mereka. Pemimpin yang hebat juga selalu memberikan kejelasan kepada karyawan mengenai tuas yang harus mereka kerjakan.

3. Inovator memahami betul bahwa inovasi tidak akan pernah terjadi ketika kita hanya berdiam diri. Mereka menghargai, membangun dan mempertahankan network dengan kolega, asset yang dimiliki dan organisasi. Alih-alih melihat kolaborasi sebagai tantangan, mereka melihat itu sebagai kesempatan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman.

4. Inovator berkomitmen pada keberagaman dan tahu bahwa dibutuhkan banyak sudut pandang untuk memahami kompleksitas ekonomi, teknologi dan tantangan lainnya.

5. Inovator yang hebat menghindari kepemimpinan yang diktator, low-trust dan kepemimpinan dimana seluruh keputusan ditentukan oleh pusat. Mereka lebih memilih untuk memberdayakan seluruh karyawan untuk memanfaatkan kreativitasnya dan berkembang ke level selanjutnya dalam career path-nya.

6. Inovator tidak pernah menginginkan shortcut dan bersabar untuk menjalani proses yang panjang meskipun kompleks.

7. Inovator memahami betul bahwa inovasi bukanlah proses yang sekali selesai. Start up company maupun perusahaan yang berdiri beberapa generasi harus tetap kreatif dan menggali jauh lebih dalam dari apa yang telah mereka pernah lakukan.

8. Inovator tidak takut untuk melenceng dari ketentuan yang sudah ada dan pepatah kuno yang membuat ia berpikir “in the box”. Mereka memahami bahwa sebenarnya konsumen tidak betul-betul tahu apa yang mereka mau sehingga peluang untuk menawarkan hal baru masih terbuka luas.

9. Inovator paham bahwa memberi perhatian terlalu banyak pada metrik bisnis kuno hanya akan mencegah mereka menciptakan terobosan. Terkadang, bisnis memiliki caranya sendiri untuk bicara.

10. Inovator berkontribusi dengan ide yang baru, tidak konvensional dan ide tersebut muncul dari pemikirannya sendiri.

Tags: , ,