Tetap Semangat dan Produktif di Tempat Kerja Selama Puasa

Perut kosong membuat kita cenderung malas bekerja karena konsentrasi jadi berkurang. Itulah problem klasik yang selalu kita hadapi di kantor pada bulan puasa, bagi yang menjalankan rukun Islam yang ketiga tersebut. Belum lagi problem-problem lainnya yang biasanya mengiringi orang yang sedang berpuasa, misalnya ngantuk, lemas dan haus yang mencekat.
Hari pertama puasa tahun ini kebetulan jatuh pada Sabtu sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa di rumah hingga Minggu. Senin yang merupakan hari ketiga puasa menjadi hari pertama kerja setelah libur, yang artinya hari pertama puasa di tempat kerja. Ini bisa menjadi modal awal yang baik untuk tetap semangat dan menjaga produktivitas di kantor, setelah dua hari melewatkan puasa bersama keluarga di rumah.
Bagaimana pun, puasa memang bukan alasan untuk bermalas-malasan di tempat kerja. Jangan sampai dengan berdalih ibadah, kita jadi mengesampingkan tugas-tugas rutin kantor yang menjadi tanggung jawab kita. Kalau kita lihat iklan di televisi, banyak suplemen ditawarkan untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan kuat selama berpuasa. Namun, sebenarnya rahasianya sederhana saja.
Pertama, jangan malas makan sahur. Ini memang cukup berat, tapi sungguh penting untuk menopang energi kita seharian. Tipsnya, lakukan makan sahur di akhir waktu. Kira-kira satu jam sebelum imsyak. Tidak perlu makan sahur jam 2 dini hari. Dan, setelah makan sahur, sebaiknya jangan tidur lagi. Tidur lagi setelah sahur justru akan membuat kita cenderung makin malas, dan membuat tubuh lemas pada siang hari.
Selain soal waktu, "isi" makan sahur juga perlu diperhatikan. Pilih menu utama yang banyak mengandung karbohidrat dan protein plus makanan/minuman tambahan yang berkalori tinggi, misalnya madu, kurma, susu. Jangan lupa juga banyak minum air putih. Perhatikan juga menu untuk buka puasa: banyak-banyaklah makan buah dan hindari minuman dingin.
Rahasia kecil lainnya agar kita tetap fit selama berpuasa: jangan tinggalkan olahraga. Orang biasanya berpikir, selama bulan puasa olahraga berhenti dulu. Padahal, justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Tipsnya, pilih olahgara yang tingan, yang tak menyita banyak energi, misalnya lari-lari kecil di tempat, atau jalan kaki. Cukup 10-15 menit saja.
Itu untuk olahraga yang dilakukan pagi hari. Bisa juga olahraga dilakukan malam hari, sesudah berbuka puasa. Sebaiknya, lakukan minimal satu jam setelah berbuka. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, diharapkan kita tetap bisa menjaga kesehatan dan semangat agar bisa mengindari sikap bermalas-malasan selama berpuasa.