Punya Bawahan Lebih Tua, Ini Tips Pimpin Mereka

Belakangan ini banyak anak-anak muda generasi Y yang mendapati diri mereka dalam posisi yang cukup strategis sebagai pemimpin di organisasi bisnis. Ketika Anda dihadapkan pada tugas untuk memimpin orang-orang yang lebih tua daripada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Ashley Stahl membagi beberapa tipsnya dalam The Muse Daily.

1. Jadilah Komunikator yang Efektif

Menjadi komunikator yang baik artinya tahu kapan harus mendengarkan dan kapan harus berbicara. Cara Anda berkomunikasi jangan sampai membuat orang lain merasa ide dan pendapatnya akan ditolak. Menunjukkan bahwa diri Anda mampu untuk setara dengan mereka memang baik, namun Anda harus ingat untuk membuat mereka merasa berharga, dihargai dan didengarkan. Maka mereka akan melihat kedewasaan Anda, bukan usia Anda.

Baca juga: Bagaimana Memimpin Anak Buah yang Usianya Lebih Tua?

2. Hargai Karyawan Anda

Semakin tua usia bukan berarti semakin bijak pula, namun biasanya semakin tua maka artinya semakin banyak pengalaman. Pemimpin yang baik mampu mengetahui bagaimana mengeluarkan kekuatan timnya. Hal ini membuat Anda dapat mengenal setiap rekan Anda secara personal. Ketahuilah apa keunikan dan kelebihan mereka. Dengarkan pendapat mereka dan hargai apa yang mereka sampaikan.

3. Fokus pada Hasil, Bukan Proses

Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka. Lebih penting untuk memperhatikan apa yang mereka butuhkan dan hindari menilai mereka terlalu awal. “Saya penah memiliki karyawan yang membutuhkan musik yang cukup kencang untuk membuatnya lebih berkonsentrasi. Saya tidak habis pikir, namun saya memberikan apa yang ia butuhkan. Saya memindahkannya pada ruangan saya yang cukup besar dan saya pindah ke ruangan yang lebih kecil bersama anggota tim saya. Pada akhirnya, hasil kerjanya cukup brilian,” ungkap Stahl. Cobalah untuk menekan ego pribadi Anda dan prioritaskan kesuksesan tim.

4. Siapkan Jawaban Jika Anda Ditanya Mengenai Usia

Pertanyaan mengenai usia di tempat kerja bukanlah hal yang dilarang. Jika Anda merasa tidak percaya diri untuk menyebutkan usia Anda, ketika Anda ditanya seputar usia, Anda bisa menjawab, “saya sudah cukup usia untuk menerima pekerjaan ini.” Namun jika Anda cukup percaya diri, sebutkanlah usia Anda dengan percaya diri.

5. Menjadi Penentu Mood di Kantor

Studi menunjukkan bahwa stress di tempat kerja dapat mengarahkan kepada permasalahan konsentrasi, disorganisasi, bahkan kemarahan. Perlu Anda ketahui bahwa mood di kantor ditentukan oleh pemimpinnya. Jika pemimpin memiliki mood yang sedang tidak enak, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja karyawan lainnya. Maka jagalah mood Anda agar tetap baik.

6. Dihargai, bukan diterima

Jika Anda ingin dihargai oleh orang lain, maka hal tersebut bergantung pada diri Anda. Anda tidak perlu mencari penerimaan dan disukai oleh orang-orang di kantor. Jika Anda ingin dihargai dengan datang tepat waktu, maka memarahi karyawan yang terlambat datang meeting bukanlah solusinya. Cobalah untuk berpikir lebih dewasa. Yang dibutuhkan seorang dewasa adalah rasa dihargai bukanlah rasa ingin diterima.

Baca juga: Karakter Yang Tidak Boleh Ditinggalkan Ketika Memimpin

Tags: ,