Negosiasikan Gajimu Segera

Meminta kenaikan gaji bisa menjadi suatu kegiatan yang sulit dilakukan oeh para karyawan. Apabila mereka tidak bisa mengelola hal ini dengan tepat, yang akan terjadi adalah rasa frustrasi, galau dan membuat kinerja kita menjadi lesu di kantor.

Pendekatan positif kepada bos untuk bernegosiasi mengenai kenaikan gaji adalah hal krusial untuk meminimalkan kekecewaan dan mendapatkan hasil yang positif.

Dikutip dari businessinsider.com, terdapat enam hal yang harus kita perhatikan ketika kita ingin menegosiasikan gaji kita kepada atasan:

1. Mengetahui “nilai” kita

Di antara kita, mungkin tidak banyak yang pernah menghitung real value yang kita kontribusikan terhadap perusahaan. Caranya adalah dengan mendaftar apa saja keterampilan kita dan kemudian memperlihatkan kepada atasan tentang berapa real value yang dapat kita kontribusikan ke perusahaan dengan keterampilan yang kita miliki. Ketika kita datang dengan gambaran yang jelas, akan lebih mudah bagi kita untuk meyakinkan si atasan.

2. Perhatikan performance perusahaan

Sebelum melakukan negosiasi, ada baiknya jika kita melihat kondisi perusahaan. Apakah performance perusahaan bagus dan seperti apa profitnya. Dengan melihat pada detai-detail di atas, akan lebih gampang bagi kita untuk menentukan seberapa besar kenaikan yang layak untuk kita dapatkan.

3. Tunjukkan bukti-bukti

Kita juga perlu menunjukan kepada bos tentang gaji yang seharusnya kita dapatkan dengan melakukan benchmarking. Terlebih dulu kita cari tahu berapa gaji staff lain yang berada di posisi yang sama dengan kita, juga gaji-gaji karyawan perusahaan lain yang jabatannya sama dengan kita. Termasuk juga jobdesk mereka, kemudian bandingkan dengan apa yang telah kita lakukan dan berapa yang kita dapatkan.

4. Berikan pilihan kepada bos

Kita bisa memberikan beberapa pilihan kepada pemberi kerja atau atasan. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya peduli dengan gaji kita melainkan juga pada perusahaan dan kita menginginkan karir kita untuk bertumbuh. Kita bisa meminta tugas tambahan kepada bos agar gaji kita dinaikan atau dengan mengalokasikan kenaikan gaji tersebut dengan training pengembangan diri.

Cara ini akan menjadi sebuah sinyal positif bagi atasan dan akan membangun reputasi kita di matanya. Metode yang sama dapat kita terapkan ketika kita ingin dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi dari jabatan kita saat ini.

5. Negosiasi pada saat yang tepat

Apa yang dimaksud dengan saat yang tepat? Ada banyak faktor yang dapat kita perhitungkan. Misalnya kondisi perusahaan, apakah perusahaan sedang berada di posisis resesi atau tidak, apakah perusahaan sedang melakukan rekonstruksi organisasi dan perlu banyak perhatian dari management?  Atau mungkin sedang pada kondisi di mana biaya operasional sedang perlu dipangkas. Jika memang demikian, maka kita perlu untuk mempertimbangkan untuk menunda negosiasi gaji yang akan kita lakukan.

6. Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain

Satu hal yang perlu kita hindari adalah membandingkan kinerja kita dengan coworker atau staff lain di posisi yang sama. Meskipun kita merasa bahwa kita mengerjakan lebih banyak pekerjaan, bisa jadi staff lain tersebut lebih berkualitas. Atau pengalaman mereka lebih banyak karena masa kerjanya yang lebih lama. Atau bisa jadi dia adalah negotiator yang lebih hebat daripada kita ketika diwawancara.

Apabila kita memaparkan jumlah gaji rekan kerja kepada boss, justru dia akan curiga bahwa kita memata-matai kinerja orang lain dan akhirnya kita malah dinilai negatif.

 

Tags: ,