Menyontek Strategi PR untuk Mencari Kerja

Mencari kerja bisa menjadi hal yang membuat kita frustasi. Bukan berarti kita tidak punya skill apapun untuk ditawarkan ke perusahaan, melainkan karena kita gagal mengomunikasikannya. Kita belum tentu punya bukti cukup untuk meyakinkan perusahaan tersebut.

Kasus seperti ini tentunya bukan harga mati. Kita masih bisa mengusahakan pekerjaan yang terbaik, dengan memberi sentuhan-sentuhan manis pada metode pencarian kerja yang kita lakukan. Dalam hal ini, kita dapat belajar dari cara Public Relation (PR) menggaet klien mereka. Jadi, bersiaplah merilis kampanye PR pribadi Anda!

Dikutip dari mashable.com, inilah beberapa caranya:

1. Melakukan Audit

Strategi PR: ketika agensi PR mendapatkan agen baru, hal pertama yang mereka lakukan adalah melakukan cross-check. Melihat strategi publisitas mana yang berhasil dengan baik dan mana yang tidak. Hal ini penting untuk ke depannya membangun sebuah kampanye yang sukses.

Strategi pencari kerja: mengaudit kinerja pencarian kerja yang telah kita lakukan. Kemudian meningkatkan level “game” kita dengan bertanya pada diri sendiri tentang seberapa keras kita telah berusaha. Contoh pertanyaannya:

– Berapa kali kita mengirimkan lamaran kerja setiap minggunya?

– Berapa banyak jumlah perusahaan yang merespon lamaran kita?

– Metode seperti apa yang paling banyak mendatangkan respon dari perusahaan yang kita lamar?

Pendekatan lain yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan riset perusahaan yang kita lamar. Tidak hanya melihat company detail atau kebijakan yang berlaku di sana, tetapi juga menyiapkan perspektif baru yang lebih segar yang bisa kita tawarkan ke mereka.

Baca juga: Rekrutmen Ala Speed Dating

2. Menyiapkan Pesan Kampanye yang akan disampaikan

Startegi PR: Sebelum memulai menjadwalkan untuk pemberitaan tentang klien, agensi akan terlebih dahulu menyusun sebuah message yang akan disampaikan kepada konsumen. Pesan tersebut dibumbui sedemikian rupa untuk membuat perusahaan terlihat pantas diberitakan. Sebuah informasi penting untuk dikomunikasikan kepada konsumen, pers dan investor maupun calon konsumen.

Strategi pencari kerja: Apa yang perlu orang tahu tentang diri Anda? Di manapun kita perlu bercerita tentang identitas pribadi, apakah itu di surat lamaran, akun Linkedin atau manapun, katakan hal-hal yang memang otentik tentang diri Anda. Tampilkan keunikan dan karakter yang Anda miliki.

3. Lakukan “Bridging” bila perlu

Strategi PR: Jika kamu pernah menyaksikan politikus sedang diwawancara di televisi, kamu akan melihat bagaimana “bridging” itu diimplementasikan. Intinya, mereka memahami terlebih dahulu pertanyaan dari presenter, kemudian mengarahkan jawaban mereka pada materi yang memang ia ingin sampaikan.

Strategi Pencari Kerja: Hidup tak selalu berjalan mulus. Begitu juga karir, tidak selalu menanjak secara sempurna. Karenanya, kita perlu mengambil langkah taktis dan cerdas untuk menyiasati perjalanan yang tak sesuai skenario atau kekurangan dalam resume kita. Mungkin kita adalah orang yang meninggalkan bos yang galak atau tidak loyal, saat itulah bridging diperlukan.

4. Menggunakan Case Study

Strategi PR: Agensi menggunakan contoh kasus yang pernah mereka kerjakan untuk menunjukkan kepada klien tentang keberhasilan kinerja mereka. Kondisi klien sebelum dan sesudah ditangani dipertunjukkan dengan data terhitung sehingga calon klien menjadi yakin.

Strategi pencari kerja: Ada saatnya kita ditanya oleh calon pemberi kerja, “prestasi apa yang pernah kamu miliki?”. Daripada menceritakan, “saya pernah disebut sebagai salesman terbaik bulan Desember”, kita bisa mengatakan, “saya menjadi sales manager di perusahaan X, dan di kuarter empat sales meningkat hingga 30%”.

5. Mengikuti Media Boot Camp

Strategi PR: Agensi PR adakalanya memberikan training pada klien tentang bagaimana berhadapan dengan media. Mereka memastikan bahwa ketika diliput media, klien tidak memberikan jawaban yang salah, menyimpang topik dan diharapkan bisa menaikkan citra perusahaan.

Strategi pencari kerja: Kita mungkin memiliki ide dan gagasan yang cemerlang, tetapi jika kita gagal mengomunikasikannya, hal tersebut akan menjadi sia-sia. Jalan keluarnya mudah. Yang perlu kita lakukan adalah minta tolong kepada teman untuk bermain peran sebagai interviewer dan kita menjawab pertanyaan dari mereka. Kita bisa merekam jawaban kita dan melihat kurang dan lebihnya untuk diperbaiki dan ditingkatkan.

Baca juga: 10 Tips Rekrutmen untuk Perusahaan Kecil

Tags: , ,