Menghindari Kesalahan dalam Kerja Ke-HR-an

Dalam membuat keputusan-keputusan ke-HR-an, apakah Anda yakin telah mempertimbangkan faktor-faktor kunci?
Pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan SDM dalam sebuah perusahaan, agaknya sudah dianggap sebagai sesuatu yang rutin dan biasa. Sehingga, semuanya seolah-olah telah berjalan dengan sendirinya, dan memang harus demikianlah adanya.
Namun, pandangan yang menyederhanakan seperti itu bisa berakibat pada munculnya masalah-masalah yang tak terantisipasi, misalnya masalah hukum yang rumit.
<B>The Power of the Checklist</B>
Anda tentu tidak akan punya waktu untuk melakukan, katakanlah, investigasi setiap hari. Oleh karenanya, manfaatkan apa yang disebut sebagai "the power of the checklist". Ini upaya yang sederhana, tapi inilah sarana yang akan menghubungkan apa yang Anda pikirkan dengan kebutuhan-kebutuhan.
‘Checklist’ juga membantu menjaga konsistensi; prosedur yang sama berlaku untuk semua keperluan. Ini vital dalam kerja ke-HR-an, di mana bahkan tuduhan diskriminatif bisa mengantarkan Anda ke pengadilan.
Kini, cek program-program HR Anda, dan buatlah daftar.
Untuk itu, diperlukan sejumlah staf HR untuk menangani program-program tipe-checklist, untuk keperluan Anda sendiri dan untuk digunakan oleh manajer-manajer Anda, untuk melaksanakan aksi-aksi HR seperti <I>hiring</I>, merancang kompensasi, disiplin hingga pemecatan.
Program tersebut mencakup sejumlah paket ‘checklist’ yang luas, yang masing-masing meliputi salah satu dari area-area berikut ini:
–HR Administration (communications, handbook content, recordkeeping)
–Health and Safety (responsibilities)
–Benefits and Leave (health cost containment, workers’ compensation, several areas of leave)
–Compensation (payroll and the Fair Labor Standards Act)
–Staffing and Training (Equal Employment Opportunity in recruiting and hiring)
–Performance and Termination (appraisals, discipline, termination)
<B>Anatomy of a Checklist Packet</B>
Karena item-item dalam ‘checklist’ harus disesuaikan dengan konteksnya, maka setiap paket itu harus memuat ringkasan <I>background</I> tentang hukum-hukum dan isu-isu seputar topik yang bersangkutan.
Kata kuncinya: jangan sekedar "just do it", tapi "do it right".
Sebelum membuat ‘checklist’, perlu diperhatikan tentang bagaimana sebuah <I>handbook</I> –secara aktual misalnya <I>form</I> kontrak dengan karyawan– yang ditulis secara sembrono, bisa membuat Anda dituntut di muka hukum. Sebuah naskah yang buruk bahkan bisa membatalkan pasal-pasal kunci tentang ketenagakerjaan.
Berikut tiga pertanyaan yang harus Anda pastikan jawabannya "ya" untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk itu terjadi:
* <I>Have you requested your attorney to review your handbook?</I>
* <I>Do you reserve the right to unilaterally alter your handbook?</I>
* <I>Do you require employees to [acknowledge] that employment is at will?</I>
Jawaban "ya" Anda memberi kepastian bahwa Anda akan terhindar dari area-area paling berbahaya dalam hubungan karyawan-perusahaan.