Menciptakan Tempat Kerja yang Lebih Baik (1)

Pengusaha dan karyawan harus bekerja sama untuk menghasilkan kerja yang efisien dan produktif. Kedengarannya begitu sederhana, karena memang begitulah seharusnya. Tapi, hubungan harmonis yang ideal seperti itu bukanlah sesuatu yang otomatis, melainkan harus diupayakan. Berikut tips bagi pihak manajemen untuk membantu menciptakan tempat kerja yang lebih baik.
1. Memperbanyak <I>feedback</i> informal.
Jangan menunggu untuk mengatakan pada karyawan jika mereka mengerjakan pekerjaan dengan baik atau buruk. Komentar atau tanggapan sebaiknya diberikan saat itu juga. <I>Feedback</I> yang ditunda-tunda mempersulit supervisor untuk mendorong kinerja yang bagus. Jangan sampai struktur administratif menghambat proses <i>feedback</i> di tempat kerja -komentar verbal yang langsung diberikan memiliki pengaruh yang lebih besar.
2. Hindari ketegangan dramatis.
Membiarkan masalah berlarut-larut atau hubungan tidak harmonis yang terus memburuk bisa menyebabkan ketegangan-ketegangan yang dramatis. Keadaan seperti itu sangat mengganggu semua pihak, termasuk jajaran manajer dan supervisor. Anda bisa mengadakan pertemuan di luar kantor untuk membicarakan isu-isu sensitif yang menyebabkan situasi tegang itu muncul. Pastikan segala bentuk respon Anda berada di bawah kontrol, dan jangan biarkan diskusi mengarah ke penyerangan personal.
3. Kebaikan itu baik.
Cobalah lakukan kebaikan-kebaikan kecil dalam hubungan sehari-hari dengan karyawan Anda. Di samping merupakan satu bentuk <I>benefit</I> tersendiri bagi karyawan, sikap dan perlakuan yang baik meningkatkan semangat dan produktivitas. Pemberian sederhana atau sekedar kartu ucapan, dalam jangka panjang, bisa menjadi sarana untuk menguatkan atau pun memperbaiki hubungan kerja.
4. Menjaga keteraturan jadwal evaluasi kinerja.
Karyawan menginvestasikan tenaga dan pikiran mereka dengan kerja mereka, dan mereka cemas setiap <I>review</I> kinerja tahunan tiba. Menjaga kepastian jadwal evaluasi akan menjauhkan masalah-masalah yang mungkin timbul. Karyawan perlu <I>feedback</I> agar tahu apakah mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik dan apakah perlu peningkatan.
5. Berempati, dan pembawaan diri yang simpatik.
Apapun gaya manajemen Anda, pastikan Anda menyadari bagaimana Anda di mata orang lain. Kesalah(paham)an komunikasi bisa dihindari dengan membayangkan diri Anda sebagai penerima pesan yang Anda kirim. Dengan berempati, kabar-kabar buruk bisa dicegah diatasi dengan baik dan efisien. Karyawan akan hormat kepada manajer yang mengekspresikan dirinya dengan simpatik. Seimbangkan antara kebutuhan perusahaan dengan respek kepada individu.