Mempertahankan Talent Terbaik

Kesuksesan dari sebuah perusahaan berkaitan erat dengan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Talent yang hebat mendekatkan perusahaan kepada kemungkinan untuk sukses. Masalahnya, talent yang kompeten adalah incaran dari kompetitor juga. Oleh karenanya, program retention karyawan menjadi sangat krusial bagi perusahaan.

Apabila kita kehilangan talent yang memiliki performa bagus, bukan saja produktivitas perusahaan yang akan terkena dampaknya, tetapi juga biaya yang harus diinvestasikan. Setidaknya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk rekrutmen dan proses training agar mereka lebih terasah untuk menjalankan peran barunya. Selain itu, tentunya perusahaan juga harus berinvestasi waktu untuk melakukan guide dan councelling bagi karyawan baru tersebut.

Tentunya kita tidak bisa terus-menerus menahan talent terbaik untuk keluar dari perusahaan kita. Akan tetapi kita masih bisa memperbaiki skema retention agar para karyawan betah dan mempertimbangkan untuk tetap stay ketika kompetitor menawarkan opportunity yang sama kepada mereka. Terlepas dari gaji ataupun benefit yang besar, ada beberapa cara yang dapat diimplementasikan untuk membuat karyawan betah untuk bekerja di perusahaan kita:

1. Berikan Peluang bagi bakat dan keterampilan si talent untuk berkembang

Seorang talent yang kompeten sering tidak terpuaskan ketika pekerjaan atau tugas-tugasnya hanya terbatas pada job desc sesuai posisinya. Mereka butuh tantangan untuk mengerjakan hal lain yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Sebagai seorang manager, kita perlu juga mengetahui skill maupun experience yang dimilikinya sehingga selain dari jobdesc utamanya, kita bisa memberi tantangan lain yang sesuai. Dan setelah itu, tugas manager adalah memberinya kepercayaan untuk menjalankan tugas yang sudah dibebankan kepadanya.

2. Kenali Attitude Mereka

Ketika seseorang bekerja untuk sebuah organisasi, maka sesungguhnya yang  bermain peran bukan saja keterampilan tetapi juga attitude. Attitude yang baik berdampak positif bagi kinerja karyawan. Oleh karena itu, penting bagi seorang leader untuk memberi perhatian kepada attitude tersebut dan kemudian menunjukkan penghargaannya. Nantinya, saat karyawan menyadari bahwa attitudenya dihargai, ia akan menerapkan attitude yang baik dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

3. Pemimpin harus terlibat

Supervisi yang diberikan oleh pemimpin kepada team member, berpengaruh pada performa dan kecenderungan anggota team untuk tetap stay di organisasi. Temuan dari sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa sebagian besar orang resign bukan karena alasan perusahaan, tetapi karena manager yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Manager yang tidak memberi kejelasan tentang ekspektasi mereka, jarang memberi feedback terhadap performance anggota teamnya, dan tidak kompeten kerap kali membuat karyawan merasa jengah. Untuk menanggulangi hal tersebut, wajib hukumnya bagi manager untuk memberikan arahan yang jelas serta menetapkan framework yang jelas untuk meraih goal organisasi.

4. Mempromosikan kapan pun ada kesempatan

Adakalanya kita sebagai manager sibuk untuk mencari kandidat di luar ketika ada lowongan untuk posisi manager. Padahal, bisa jadi staff yang sudah ada di perusahaan memiliki kompetensi untuk mengisi lowongan tersebut. Jadi, sebelum kita direpotkan dengan pencarian kandidat di bursa tenaga kerja, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu ke dalam tubuh perusahaan. Apakah memang ada yang kompeten atau tidak.

5. Implementasikan open door policy

Lingkungan kerja yang baik adalah lingkungan yang memungkinkan adanya komunikasi dua arah, dari atasan ke bawahan atau sebaliknya, dengan tanpa ada tekanan. Karyawan diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat, ide maupun menyampaikan pertanyaan.

6. Mendorong adanya Team Spirit

Menumbuhkan semangat dalam team dapat dipancing dengan adanya unity antar anggota team. Kebersamaan tersebut akan membuat anggota team merasa berharga untuk dimiliki. Terlebih lagi jika seorang pemimpin mampu meyakinkan setiap anggota bahwa mereka mempunyai peranan yang sama pentingnya di organisasi. Bahwa goal organisasi tidak akan tercapai tanpa masing-masing anggota memberikan kontribusi. Dengan adanya kebersamaan tersebut, orang akan melihat kerja team sebagai kerja sama dan bukan sebagai kompetisi.

7. Menciptakan suasana kerja yang menimbulkan keterikatan dan menyenangkan

Salah satu caranya adalah dengan “merayakan” untuk sesuatu yang memang bisa dirayakan. Misalnya saja hari ulang tahun karyawan, kelahiran anak atau penyambutan anggota team baru. Perayaan merupakan sebuah bentuk penghargaan bahwa mereka adalah bagian dari perusahaan.

8. Tawarkan Masa Depan yang Menarik Bagi Mereka

Karyawan yang kompeten, biasanya memiliki mimpi yang besar akan karirnya di masa depan. Mereka perlu untuk diyakinkan bahwa perusahaan tempat mereka bekerja adalah perusahaan yang tepat untuk meniti karir dan menghasilkan uang. Untuk itu, perlu bagi perusahaan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan karir mereka ketika bekerja di perusahaan.

 

Tags: ,