Membuat Profil Linkedin Mudah Ditemukan Mesin Pencari Google

linkedin

Dengan lebih dari 225 juta orang pemilik akun yang kebanyakan adalah pelaku bisnis dan professional, Linkedin tidak cukup hanya dilihat sebagai social media yang bergenre professional yang harus kita miliki. Lebih dari itu, kini pemilik akun juga harus tanggap bahwa semakin banyaknya pengguna akan memungkinkan homepage akun mereka sulit ditemukan di search engine. Padahal, akun Linkedin ini bisa menjadi sebuah sarana yang bagus bagi kita untuk mendapatkan opportunity mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan.

Untuk membuat profil Linkedin kita lebih mudah untuk ditemukan oleh orang lain, maka kita dapat menyiasatinya dengan beberapa cara.  Menurut situs theundercoverrecruiter.com,  langkah pertama yang harus kita lakukan adalah  memastikan bahwa kita telah mengeset privacy setting untuk dapat dilihat oleh semua orang atau “everyone”. Caranya adalah dengan menuju ke foto avatar, kemudian meng-klik di bagian pojok kanan atas mengenai “privacy  & setting” dan mengubah visibility-nya utuk dapat dilihat semua orang atau “everyone”.

Selain langkah dasar tersebut, kita juga perlu memperhatikan beberapa fitur yang disediakan oleh Linkedin, yang biasanya perlu kita isi berkaitan dengan pengalaman professional kita.

Bagian Tambahan

Linkedin menghimbau agar pemilik akun melakukan update secara rutin, misalnya sebulan sekali agar profil kita muncul saat orang-orang mencari query kita di google. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Foto

Foto yang kita pasang dalam profil Linkedin haruslah foto yang membuat orang mudah mengenali kita dan foto yang professional. Foto tersebut juga menampakan wajah kita dengan jelas, bukan foto yang diambil dari jarak jauh. Untuk lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari google, foto yang kita pasang juga boleh merefleksikan brand sebuah perusahaan.

2. Melengkapi “headline”

Headline adalah kata-kata yang harus kita isikan tepat di samping foto profile. Untuk membuat profil kita terdeteksi oleh mesin pencari google maka kita harus melengkapinya. Mendiskripsikan role kita yang berkaitan dengan jobs yang kita jalankan saat ini.

3. Menulis diskripsi singkat untuk ditaruh pada “summary box”

Sama halnya dengan kita menulis summary dalam CV, kita akan butuh mengisi satu atau dua paragraf dan pastikan bahwa itu memang padat dan layak untuk dibaca.

4. Memasukkan keyword spesifik dalam job history kita

Jika kita bekerja pada sebuah perusahaan yang memilki keyword yang spesifik, maka akan lebih baik jika itu kita cantumkan. Saat seseorang memerlukan professional yang memiliki keahlian khusus seperti yang kita miliki, ia akan dengan mudah mendapatkan kita ketika memasukan keyword tersebut di search engine.

5. Memasukkan seluruh keterampilan dan keahlian yang kita miliki

Cantumkan seluruh keterampilan dan keahlian yang dimiliki. Dan pastikan bahwa kita hanya menerima permintaan endorse dari seseorang yang relevant dengan citra yang ingin kita bangun.

Sebagaimana Linkedin selalu melakukan update terhadap fitur-fiturnya, maka terdapat beberapa kolom tambahan yang juga harus kita isi, misalnya:

Project

Ini adalah sebuah pilihan bagi kita untuk menambahkan project yang pernah kita jalankan, termasuk data, URL dan team member yang terlibat dalam project tersebut. Fitur ini akan menjadi sangat berguna bagi mereka yang pekerjaannya berbasis proyek. Kita bisa menunjukkan stuktur dan workflow yang kita pakai ketika kita menjalankan sebuah proyek.

Bahasa

Anda memiliki kebebasan untuk menyantumkan bahasa apa pun yang Anda kuasai dan sekaligus menambahkan tingkat kelancaran kamu berbicara dalam bahasa tersebut. Ini akan berguna ketika kita ingin bekerja di luar negeri.

Publikasi

Pemilik akun Linkedin menggunakan kolom ini untuk menyantumkan berbagai judul tulisan yang pernah mereka buat. Bisa berupa artikel di majalah, atau bisa juga menyertakan URL jika artikel kita dipublikasikan online. Jika tulisan kita relevan dengan keahlian yang kita miliki, maka orang akan melihat kemampuan kita melalui tulisan tersebut.

Organisasi

Selanjutnya, apabila tergabung dengan organisasi yang akan menguatkan posisi kita di hadapan recruiter, maka akan lebih baik jika kita menyantumkannya. Selain organisasi, kita juga dapat menyantumkan sertifikasi yang pernah kita peroleh. Sehingga orang lebih mudah melihat positioning yang akan kita ciptakan.

Secara singkat, jika kita ingin profil Linkedin kita dilihat oleh perekrut, maka harus kita pastikan bahwa:

–          Kita meng-update secara rutin profil kita

–          Kita sudah melengkapi informasi-informasi yang relevan dengan pekerjaan kita

–          Melengkapi skillset di kolom yang disediakan

–          Membuat profil kita visibel untuk dilihat semua orang

Setelah sumua langkah tersebut kita lakukan, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah menyantumkan contact yang jelas agar orang bisa menghubungi kita dengan mudah.

 

Photo Courtesy: DigitalTrends

 

Tags: ,