Memberdayakan Karyawan Secara Maksimal

Memiliki karyawan yang dapat mengelola dirinya sendiri dengan baik dalam melakukan pekerjaannya adalah impian setiap pemimpin. Karena, biasanya semua manajer ingin karyawan yang berada di bawahnya mampu bekerja dengan inisiatif sendiri tanpa harus dibimbing secara terus-menerus, alias dengan sedikit bimbingan karyawan tersebut dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya secara maksimal.

Tentu saja, untuk mewujudkan impian itu tidaklah mudah.  Perlu peran seorang pemimpin dalam mengelola dan meningkatkan potensi dalam diri seorang karyawan. Karena seringkali potensi yang terdapat pada setiap karyawan sangat berbeda. Perlu cara dan trik tertentu agar karyawan yang kita kelola dapat memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya untuk dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap perusahaan.

Di sinilah terletak tantangan bagi seorang pemimpin untuk mengelola kemampuan yang ada di dalam diri karyawannya sehingga mengeluarkan output yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan atau malah sebaliknya. Berikut ini ada 8 tips dari Inc.com yang dapat membantu Anda dalam mengelola dan memaksimalkan potensi dalam setiap karyawan:

1. Komunikasi terbuka

Komunikasi terbuka antara atasan serta bawahan sangatlah penting. Hal ini diperlukan agar segala yang ada dalam setiap pekerjaan dapat didiskusikan. Biasanya banyak perusahaan yang tidak mau mendengarkan masukan apa yang diberikan oleh karyawannya. Dan  dalam hal ini karyawan hanya bekerja pada pola-pola yang ada dan tidak mempunyai tujuan menentukan sikap terhadap apa yang dilakukan.

Dalam bidang pekerjaan sebagai seorang pemimpin, Anda pastilah punya arah yang jelas dan lebih banyak pengalaman sehingga Anda kini di posisi seorang pemimpin. Biarkanlah karyawan memberikan ide-ide tentang pekerjaan dan apa pun yang berkaitan dengan perusahaan, jadilah pendengar yang baik, terima dengan baik apa yang menjadi ide mereka. Hal ini diperlukan agar karyawan merasa dihargai. Dan jangan segan-segan berbagi pengalaman Anda dengan karyawan,  sebab ketika karyawan sudah merasa dekat secara personal dengan atasannya dia pun tidak akan merasa canggung lagi ketika membicarakan permasalahan yang dihadapinya kepada atasan.

2. Penghargaan untuk perbaikan diri karyawan

Banyak pemimpin di beberapa perusahaan mengeluhkan karyawan bekerja secara stagnan dan biasanya untuk mengatasi hal-hal tersebut perusahaan dengan sejumlah iming-iming promosi dan uang untuk membuat orang lebih maju. Para pemimpin biasanya menganggap hal tersebut adalah biasa, dan semua pemimpin juga menerapkan hal ini. Pemikiran yang seperti itulah yang harus mulai dihindari. Karena biasanya jika itu diterapkan para karyawan hanya bekerja untuk mendapatkan “hadiah” saja tanpa harus memperbaiki diri dalam melakukan pekerjaan.

Usahakan dalam mengelola karyawan kita mempersiapkan anggaran dan waktu untuk membuat suatu sistem pengelolaan dan pelatihan pengembangan pribadi karyawan. Memberikan keterampilan dan pengetahuan akan skill pekerjaan untuk mengatasi permasalahan pekerjaan tentu itu yang sangat penting karena, dengan memberikan pelatihan keterampilan baru seorang karyawan akan berterima kasih dengan menerapkan keterampilan yang diberikan tersebut untuk kemajuan perusahaan dan karyawan itu sendiri.

3. Menciptakan budaya berani gagal

Banyak karyawan yang ada di setiap perusahaan berpikir saat melakukan sesuatu terobosan dalam pekerjaan selalu dihinggapi rasa takut gagal karena pada dasarnya mereka bukan pengusaha. Apalagi jika dihadapkan pada karakter bos yang suka mengoreksi mereka secara terus-menerus, selalu mencari kesalahan yang ada pada anak buahnya.

Budaya itu seyogyanya harus dihindari, biasakanlah memberi kesempatan kepada karyawan agar mencoba sesuatu yang baru ataupun ide-ide segar dalam pekerjaannya, dan biarkanlah mereka menguji hal tersebut. Dari hal ini seseorang karyawan akan mendapat pemahaman tentang apa yang dilakukan, tentang kegagalannya atau keberhasilan yang mereka dapat. Dengan begitu mereka akan nyaman dalam berinovasi. Sedangkan Anda di sini bertindak sebagai pemeriksa agar ide-ide yang dilakukan mereka masih berjalan pada jalurnya dan tidak melanggar aturan perusahaan.

4. Berikan informasi Simple tentang pekerjaan

Banyak pemimpin memberikan informasi tentang perusahaan atau pekerjaan, namun tanpa disadarinya informasi tersebut tidak terstruktur dan berpola. Berikanlah kepada karyawan Anda intisari dari informasi yang diberikan, dengan cara mengekstrak atau mensortir informasi yang hendak disampaikan kepada karyawan. Pemberian secara sistem penyaringan informasi ini tentu saja akan memudahkan karyawan mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan dalam suatu pekerjaan sehingga karyawan pun bisa mengambil keputusan yang tepat jika mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan mereka.

5. Tentukan peran yang jelas

Setiap karyawan mempunyai peran masing-masing dalam pekerjaannya, sebagai seorang pemimpin dalam hal ini sikap yang diperlukan adalah menentukan peran dan batas-batas karyawan dalam melakukan pekerjaan. Berikanlah batas yang jelas antara karyawan satu dengan yang lainnya agar tidak terjadi “gesekan” antarp karyawan yang dapat merugikan perusahaan. Batas-batas pekerjaan serta peran yang jelas akan membantu karyawan dalam melakukan pekerjaan sehingga dapat memaksimalkan apa yang harus mereka lakukan.

6. Perlu perhitungan yang tepat

Seseorang pemimpin harus mengetahui seberapa besar karyawan yang dikelolanya dapat memenuhi harapan yang diletakkan padanya. Dan yang lebih penting lagi sebagai seorang pemimpin kita harus mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dan kegagalan yang dilakukan oleh karyawannya dalam melakukan sebuah pekerjaan.

Kalaupun apa yang dikerjakan oleh karyawan itu berakibat kegagalan kita perlu tahu apa konsekuensi akibat kegagalan tersebut begitu pula sebaliknya.

7. Dukung kebebasan berpendapat

Sebagai seorang pemimpin kita harus melihat karyawan lebih tinggi dari penglihatan babysister terhadap bayi asuhnya. Lihatlah lebih tinggi sedikit karyawan yang kita kelola artinya di sini kita bertindak sebagai pemantau saja tentang apa yang dikerjakan oleh karyawan.

Tempatkanlah diri kita sebagai pemimpin sesuai dengan porsinya. Jangan selalu sering bertanya pada karyawan tentang apa yang mereka kerjakan, berikanlah kebebasan terhadap karyawan untuk mengerjakan pekerjaannya serta berpendapat.

Apapun yang mereka lakukan sebaiknya kita bertindak sebagai pemantau saja, kalaupun mereka menemui masalah biarkan saja dahulu mereka yang menyelesaikannya.

8. Hargai upaya mereka

Memang benar jika ada anggapan seorang karyawan dibayar untuk bekerja, tapi karyawan yang terbaik bekerja bukan hanya untuk itu. Nah, karyawan yang seperti ini yang harus kita kelola dengan baik karena, mereka bekerja bukan hanya untuk uang tapi untuk kepuasan tersendiri. Sebagai seorang pemimpin untuk karyawan seperti ini cukup hargai setiap apa yang dilakukan. Jangan malu untuk mengucapkan “terima kasih” atas hal-hal baik yang telah dilakukan karyawan tersebut. Jika Anda tidak melakukan hal tersebut berarti Anda belum bisa menjadi seorang pemimpin yang menghargai kerja keras karyawannya. Walaupun karyawan tersebut belum maksimal dalam melakukan pekerjaannya, karena walaupun gagal seorang karyawan ingin dihargai apa yang telah diusahakannya.

Tags: , ,