Mau Sukses? Tiru 3 Karakter yang Dimiliki Para Juara Dunia Ini

gold-medal-winner-381749_1280

Untuk menjadi seorang perenang kelas dunia, akan sangat membantu apabila kita memiliki jangkauan tangan dan kaki yang panjang seperti Michael Phelp. Begitu juga tipe kaki yang panjang, kemungkinan akan membuat seorang pelari menjadi semakin kencang di atas track. Intinya, beberapa kelebihan fisik yang dimiliki seseorang memiliki andil untuk membuatnya berhasil di suatu bidang.

gold-medal-winner-381749_1280

(Image:Pixabay)

Baca juga: Ini Rahasia Para Juara!

Namun, sebuah riset yang dilakukan oleh Istitute of Coaching and Performance University of Central Lancashire di UK mengungkapkan bahwa pada dasarnya, meskipun kondisi fisik berpengaruh terhadap performa atlit, terdapat kesamaan yang karakter yang dimiliki oleh atlit-atlit tersebut. Seperti dikutip dari Inc.com, setidaknya terdapat 3 (tiga) karakter yang mencirikan seorang juara dalam cabang-cabang olahraga yang diteliti. Karakter tersebut antara lain:

1) Dorongan dari dalam

Para atlit yang menjadi juara memiliki motivasi yang bersumber dari dalam dirinya sendiri. Mereka memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil dalam olah raga yang mereka tekuni. Dorongannya bukan semata-mata karena ingin dilihat orang lain atau ingin menyenangkan pihak eksternal. Mereka berjuang juga bukan karena ingin terkenal atau popularitas.

2) Tidak mudah terpuaskan

Atlit-atlit juara, menurut penelitian yang dipimpin oleh Profesor Dave Collins tersebut, adalah orang-orang yang tidak cepat puas. Seberapapun cepat mereka berlari atau berapapun jumlah piala yang diraih, mereka tetap menginginkan hal yang lain. Mereka selalu mendambakan pencapaian yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Baca juga: Yuk Belajar dari Claudio Ranieri, Sosok di Balik Sukses Leicester City FC 

3) Kegagalan adalah sinyal untuk menang

Bagi seorang juara, kegagalan maupun cidera rupanya bukanlah sebuah hambatan untuk meraih kesuksesan. Justru keduanya menjadi lecutan bagi mereka untuk mendapatkan kemenangan yang mereka inginkan. Kegagalan tersebut tidak membuatnya demotivasi melainkan menjadikan mereka lebih giat berlatih.

Lalu, apakah hasil penelitian tersebut berlaku untuk bidang lain selain olah raga? Collins menjelaskan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu pada pelatif olah raga menentukan treatment (metode) apa yang tepat untuk diberikan kepada anak didiknya. Namun, ia menegaskan bahwa temuan ini juga sangat baik untuk dicontoh oleh siapapun yang ingin menjadi juara di bidang apapun. (*)