Mau Jadi Charming, Ikuti 10 Langkah ini!

Tidak sedikit dari kita yang mungkin pernah melihat atau mengenal seseorang yang kasar, tidak sopan, sombong tetapi orang tersebut sangat sukses. Namun, karena dalam hidup kita tidak semata-mata mengurusi masalah bisnis tetapi juga hubungan personal, maka sebaiknya kita pertimbangkan sikap seperti apa yang harus kita pilih. Untuk berteman, orang cenderung akan memilih orang yang sopan, ramah dan bisa diajak berdiskusi. Dalam satu kata sifat-sifat tersebut bisa kita sebut menawan atau charming.

Banyak sekali orang charming yang juga sukses dalam hidupnya. Berikut adalah bagaimana orang-orang menawan menjalani kehidupannya sehari-hari seperti dikutip dari inc.com:

1. Menunjukkan ekspresi senang/hormat yang tulus, bukan artifisial

Ketika orang lain menghormati pendapat kita, pandangan kita, dan pengalaman yang kita ceritakan, siapapun kita, pasti akan merasa dianggap penting. Kita tidak harus selalu setuju dengan pendapat orang lain, tetapi menunjukkan respect itu sangat penting.

Lalu bagaimana cara melakukannya?

Ketika berbicara dengan orang lain, tersenyumlah jika lawan bicara tersenyum. Mengangguklah jika itu perlu dan perhatikan juga eye contact. Singkatnya, kita perlu menunjukkan mimik dan bahasa non-verbal yang tepat, bukan untuk merendahkan tetapi menunjukkan bahwa kita fokus pada apa yang dikatakan lawan bicara.

Baca juga: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dalam 15 hari

2. Berani mengungkapkan kekurangan/kelemahannya

Adakalanya ketika dua orang hebat bertemu pada sebuah kesempatan, mengobrol, tak berapa lama kemudian perbincangan mereka mengarah pada sebuah game bernama “siapa yang lebih sukses”. Namun, sikap tersebut jelas tidak bisa disebut charming. Orang menawan justru akan menghindari sikap membanggakan diri sendiri. Sebaliknya, mereka mendengarkan orang bicara, menunjukkan bahwa ia terkesan dan memberikan pujian. Mereka tidak pernah berusaha memenangkan game “siapa yang lebih hebat”. Sebaliknya mereka tidak keberatan mengungkapkan kekurangannya. Ia meyakini bahwa orang akan lebih mengapresiasi sesuatu yang genuine daripada kesuksesan yang artifisial.

3. Secara konsisten lebih mencari kesepakatan daripada kontradiksi

Hidup mengajarkan kita untuk berdiskusi, menantang pendapat yang sudah ada atau beradvokasi untuk sesuatu yang jahat. Kesimpulannya, kita tidak bisa langsung otomatis setuju terhadap opini orang lain. Hanya saja, ada semacam kecenderungan orang-orang lebih mudah menyanggah dan mencari sisi yang berbeda dari opini yang sudah ada. Akhirnya perdebatan berakhir dengan sebuah argumen belaka.

Si charming tidak demikian. Ia akan melihat celah di mana mereka bisa sepakat dan bila perlu ia akan memaparkan pandangannya untuk menguatkan penolakan atau persetujuan terhadap opini tersebut.

4. Menggunakan “power of touch” dengan bijak

Sentuhan nonsexual berpotensi menimbulkan efek yang cukup powerful pada orang yang disentuh. Misalnya saja mereka menjadi lebih mudah dipengaruhi, mendapatkan simpati dan menjadi lebih patuh kepada pemberi sentuhan. Tapi satu hal yang harus diingat, sentuhan tersebut kita berikan pada moment dan dengan cara yang tepat.

Salah satu contohnya adalah ketika salah satu teman kita berhasil memenangkan kompetisi atau tender. Bahasa sentuhan yang dapat kita berikan di antaranya seperti menjabat tangannya atau jika memungkinkan bisa dengan menepuk pundak atau lengan bagian atas. Hal tersebut akan menambah kesan tulus dari ucapan selamat yang kita ungkapkan.

5. Tidak jaim atau gengsi

Orang-orang yang tidak malu menampakkan sisi konyolnya kadang justru terlihat lebih charming. Misalnya, ia tidak marah menjadi bahan lelucon, atau dia juga tidak malu memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang bukan sisi terbaiknya. Namun syaratnya, harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Bukan berarti menghadiri undangan pesta dengan piyama.

6. Bersosialisasi dengan gaya jujitsu

Jujitsu adalah sebuah seni bela diri Jepang dimana seseorang mengalahkan lawannya tanpa perlu menggunakan kekuatannya untuk menangkis serangan musuh. Kaitannya dengan ciri orang menawan adalah mereka melakukan “eksploitasi”, memiliki keterampilan untuk membuat orang merasa nyaman untuk bicara blak-blakan tentang dirinya sendiri dan merasa lega justru setelah cerita tersebut. Si orang charming dapat menggali informasi dengan menyampaikan pertanyaan yang membawa seseorang pada introspeksi diri.

7. Berlaku baik pada setiap orang dari golongan mana pun

Jika kita ingin melihat bagaimana cara seseorang memperlakukan orang lain, ajaklah ia ke restoran. Sikap yang ia tunjukkan kepada pelayan di restoran tersebut jauh lebih reliable sebagai indikasi dari interpersonal skill yang ia miliki dibandingkan sikap yang ia tunjukkan kepada kita.

Ada orang yang benar-benar baik dan menawan di situasi tertentu. Tetapi orang yang menawan, akan baik, ramah dan respect di situasi apapun dan kepada siapapun.

8. Mengingat nama orang

Ada satu hal yang lebih buruk dari melupakan nama orang yang seharusnya kita ingat yakni menyadari bahwa orang lain tidak mengingat nama kita, atau bahkan tidak tahu siapa kita. Orang yang menawan mengingat nama orang lain dan bahkan sedikit detail tentang orang yang ia ingat namanya tersebut. Kenyataan bahwa orang lain mengingat nama kita secara otomatis membuat kita merasa bangga dan lebih dihargai.

9. Tidak membawa-bawa nama orang untuk menaikkan pamornya

Untuk terlihat menawan di mata orang lain, kita memang perlu mengingat nama. Namun, bukan berarti kita memanfaatkan nama orang lain untuk membuat kita terlihat lebih hebat. Contohnya adalah ketika di sebuah acara kita bertemu dengan sosok popular yang berprestasi.

Kita tidak perlu menyebut-menyebut pertemuan tersebut dengan bumbu-bumbu seolah kita kenal dekat dan diceritakan berkali-kali kepada orang lain. Bagaimanapun juga, hal itu akan membuat lawan bicara kita menjadi jengah.

10. Berbicara seperlunya saja

Orang yang menawan selalu tahu apa yang ia tahu. Oleh karena itu, ia ingin tahu apa yang orang lain tahu. Hal ini juga akan membuat lawan bicara merasa dianggap penting.

Baca juga: 6 Langkah Membangun Kepercayaan Diri Karyawan

Tags: , , ,