Ketika Teman Curhat Tentang Sulit Mencari Kerja, Sampaikan 5 Nasihat Ini

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali teman atau keluarga kita mengeluh bahwa ia ingin mencari kerja tetapi sulit mendapatkan yang cocok. Atau orang-orang yang sudah bekerja tetapi mengeluh ingin keluar.

Seorang kontributor The Muse melalui Mashable.com memaparkan pengalamannya tentang bagaimana seharusnya menanggapi teman-teman yang bercerita tentang sulitnya mencari kerja. Berikut adalah 5 nasihat tersebut:

1. Kita sama-sama tahu bahwa Anda bisa mengerjakan job tersebut, tetapi manajer rekrutmen tidak.

Teman Anda selalu bekerja sebagai Public Relation (PR), padahal sebetulnya dia sangat menyukai bidang rekrutmen dan menghubungan talent. Kemudian dia merasa bahwa menjadi HR adalah pekerjaan yang ia sukai. Maka ketika teman Anda tersebut melihat lowongan kerja sebagai HR di perusahaan PR, ia lantas berkata bahwa posisi tersebut adalah sangat tepat baginya.

Anda  tahu bahwa teman Anda mampu mengerjakan tugas tersebut. Teman Anda juga tahu hal itu. Masalahnya, Manajer HRD di tempat tersebut tidak memiliki petunjuk apapun bahwa dia adalah orang yang kompeten untuk pekerjaan tersebut. Jadi, yang perlu dilakukan oleh si pencari kerja adalah membuat si manajer rekrutmen mendapatkan gambaran yang mengesankan dari profilnya. Lalu bagaimana caranya?

Ada banyak cara untuk bercerita kepada si perekrut. Yang pertama, ia dapat membuat surat lamaran yang mengesankan, misalnya dengan menceritakan passion yaitu di bidang rekrutmen. Sampaikan juga ilmu atau pengalaman apa saja yang dapat ditransfer jika ia menjabat di posisi tersebut. Cara kedua misalnya dia dapat membuat CV baru dengan menonjolkan bagian “Recruiting experience” di bagian paling atas dan menonjol. Atau bisa juga dengan cara yang lain misalnya saja dengan meminta perusahaan menuliskan rekomendasi yang menyatakan bahwa kita memang cukup mampu untuk menjalankan tugas baru di posisi yang akan dilamar tersebut.

Baca juga: 4 Jenis Pencari Kerja yang Menyebalkan

2. Jangan hanya mengandalkan CV

Memang benar bahwa CV yang menawan akan membuat kita lebih dilirik oleh para pemberi kerja. Hal ini tidak salah dan tetap bisa kita lakukan. Hanya saja, untuk mendapatkan pekerjaan impian, CV saja kadang tidak cukup. Mengapa? Karena sebagian besar posisi penting itu diisi oleh orang-orang berdasarkan rekomendasi dari orang yang sudah bekerja di perusahaan tersebut.

Apabila kita sudah memiliki target tentang pekerjaan impian, akan lebih baik apabila kita menjalin relasi atau networking dengan orang-orang yang sudah bekerja di perusahaan yang kita inginkan tersebut. Banyak hal yang dapat ditempuh untuk menjalin networking tersebut. Kita bisa segera melakukan browsing di internet, mencari kontak-kontak mereka, membuka linkedin dan menghadiri acara-acara business meet up yang tak jarang dihelat secara gratis oleh suatu organisasi.

3. Apa yang bisa saya bantu?

Di antara kita mungkin pernah mendapatkan pertanyaan, “Saya sedang mencari kerja, kalau ada kesempatan, bolehlah kasih tahu ke saya.” Pernyataan seperti ini tidak jarang kita dengar dan biasanya selalu simpel dan tidak mendetail tentang apa yang bisa dilakukan lawan bicara. Mungkin kita semua terpaku dengan budaya “tidak enak jika terlalu merepotkan orang lain” sehingga pertanyaan yang kita ajukan pun tidak lengkap dan kompleks. Padahal, sedikit lebih detil sama sekali tidak mengganggu orang yang diajak bicara, justru sebaliknya, sangat membantu mereka menentukan langkah yang yang harus dilakukan.

Jadi, ketika teman Anda meminta tolong untuk mencarikan pekerjaan, sampaikan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka secara mendetil. Misalnya dengan menyampaikan secara spesifik posisi apa yang dicari, industri apa yang diinginkan. Atau apakah kita harus berbicara kepada orang tertentu dan sebagainya. Memberikan detil sama sekali tidak mengganggu, justru itu memudahkan lawan bicara untuk membantu.

4. Berhenti mengatakan “Saya akan melakukan apapun”

Ketika seseorang  sudah banyak mengirim lamaran kerja tetapi masih belum ada panggilan kerja, biasanya ia mulai putus asa Konsekuensinya, ia akan menurunkan standard dan rela melakukan apapun asal mendapatkan pekerjaan. Jika ini terjadi kepada Anda, maka berhentilah bersikap seperti ini. Karena nantinya, Anda tidak akan nyaman di pekerjaan baru dan keluar lagi sebelum satu tahun kerja.

Daripada Anda “rela melakukan apapun” lebih baik mencari pekerjaan pada bidang-bidang yang spesifik. Karena bekerja pada posisi yang diinginkan tentunya sangat menyenangkan. Selain itu, kita mencari-cari lowongan kerja, Anda bisa menjadi lebih fokus. Terlebih lagi, banyak rekruter yang justru menyukai orang-orang yang mengerti apa yang ia mau dan spesifik pada satu bidang.

5. Sabar dan tetaplah berpikiran positif

Kata-kata ini mungkin sering kali diucapkan oleh seseorang ketika temannya berbagi pengalaman menyedihkan atau sedang melewati masa-masa sulit. Dan kata-kata ini juga ampuh ketika disampaikan kepada orang-orang yang kesulitan mencari kerja. Seperti kata-kata Lily Zhang, seorang ahli di bidang rekrutmen, “hal yang paling penting dalam mencari kerja adalah semangat yang tetap terjaga”.

Kekita Anda mengeluh, marah dan putus asa dalam mencari kerja, bisanya hal tersebut akan berdampak pada perilaku Anda. Bayangkan jika Anda tengah menjalin networking dan kemudian secara tak sadar Anda menyampaikan kekesalan tersebut kepada orang-orang di sekeliling Anda. Dampaknya, mereka akan menganggap Anda sebagai orang yang tak menyenangkan. Alih-alih memberi kerja, mereka justru akan menjauhi Anda.

Baca juga: Bersiaplah Kalah Dengan Orang Kreatif Ketika Mencari Kerja

Tags: