Kenyamanan, musuh yang menyenangkan. Bagaimana mengatasinya?

Sebuah pameo mengatakan, “ada dua hal yang tidak pernah berjalan beriringan, yakni kenyamanan (comfort) dan perkembangan (progress).

Hal tersebut selaras dengan tulisan Rhett Power, kontributor Inc.com yang mengatakan bahwa sering kali kita terbuai dengan rasa nyaman hingga lupa untuk berupaya lebih keras. Suatu ketika, Rhett Power berencana untuk bersepeda santai untuk memulihkan stamina setelah perjalanan panjang menggunakan pesawat. Sambil berolah raga, terpikir olehnya mengapa ia hanya melakukan itu karena terdesak kebutuhan. Di hari lain, ia merasa enggan sekali melakukan hal itu. Pengalamannya tersebut membawanya pada implementasi di dunia bisnis.

Mau tak mau, untuk memperoleh kesuksesan setiap bisnis harus dibarengi dengan keberanian keluar dari zona aman. Persoalan bisnis ini tentu tak hanya sekedar bicara tentang sepeda, tetapi lebih besar dari itu. Goal perusahaan hanya akan tercapai apabila ada perkembangan. Dan perkembangan hanya akan ada jika kita bisa melewati batas-batas kenyamanan kita untuk berani maju. Lalu bagimana caranya? Berikut adalah ulasan Rhett Power dalam inc.com:

Baca juga: 3 Kebiasaan yang tingkatkan produktivitas

1. Tentukan tujuan utama, lalu tetapkanlah tantangan yang harus diselesaikan.

Sebagai seorang pebisnis, tentunya kita paham dengan penetapan goal atau target dalam berbisnis. Misalnya saja PT A, menargetkan untuk bisa mendapatkan 20 pelanggan baru pada akhir bulan. Setelah tahu goal perusahaan, maka segeralah di-break down agar lebih jelas strategi pencapaiannya. Setelah itu, siapkan tantangan bagi diri sendiri dan usahakan untuk diselesaikan. Apabila goal ternyata tidak tercapai, setidaknya kita telah menciptakan momentum untuk berusaha lebih giat.

2. Tebus kembali waktu-waktu yang telah terbuang

Ketika masih terjebak dalam zona nyaman, biasanya kita akan lebih banyak bersantai sehingga banyak waktu terbuang. Misalnya saja 30 menit yang kita habiskan untuk sekedar minum kopi atau menonton TV. Adakalanya juga Anda membuang waktu dengan social media yang sebenarnya tidak relevan dengan pekerjaan dan hal-hal kurang bermanfaat pembunuh waktu lainnya. Agar terhindar dari jebakan comfort-zone, segeralah periksa kembali agenda harian Anda. Pelajari baik-baik dan cari tahu apa yang bisa ditingkatkan.

3. Sisihkan waktu setiap hari untuk bertemu klien potensial

Menjalin networking untuk memperluas jangkauan konsumen adalah hal yang penting bagi pebisnis. Setiap harinya, sisihkan waktu untuk membuka social media untuk memperkenalkan diri dan mencari potensial klien di sana. Cara lain adalah dengan mengikuti kumpul-kumpul komunitas untuk menjalin networking. Usahakan untuk datang di acara-acara yang prospektif bagi bisnis Anda. Bersosialisasi secara intens sangat penting untuk menciptakan momentum bagi Anda untuk berkembang.

Intinya, beranilah bermimpi dan keluar dari zona nyaman Anda untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut.

Baca juga: Perubahan apa pun bisa dilakukan, jika…

Tags: ,