Kapan Sebaiknya Menggunakan Assessment Center?

Dewasa ini, assessment center telah diterima secara luas oleh kalangan HR sebagai salah satu metode untuk mengelola SDM sekaligus mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya. Dalam aplikasinya, metode tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai sistem pengelolaan SDM, dari rekrutmen dan seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, promosi dan transfer, <I>fit & proper test</i>, <I>talent management</i> hingga pengurangan karyawan.

Secara sederhana, assessment center bisa didefiniskan sebagai proses evaluasi perilaku yang menggunakan standar berdasarkan beberapa masukan, dengan teknik dan observasi yang dilakukan oleh beberapa asesor terlatih. Keputusan akhir penilaian dilakukan berdasarkan integrasi dari beberapa asesor atas perilaku peserta/kandidat yang muncul dalam sejumlah simulasi, serta mempertimbangkan seberapa sering perilaku tersebut muncul.

Dari definisi tersebut, bisa ditarik elemen-elemen penting yang harus ada dalam proses assessment center, yakni:

1. analisis jabatan

2. klasifikasi perilaku

3. teknik assessment

4. penggunaan satu teknik assessment

5. simulasi

6. asesor

7. pelatihan asesor

8. rekaman perilaku

9. laporan

10. integrasi data

Oleh karenannya, hati-hati jika ada lembaga yang mengaku menerapkan assessment center, namun tidak memenuhi 10 kriteria di atas. Hal-hal lain yang tidak dapat dikategorikan sebagai assessment center adalah

1. prosedur <I>assessment</i> yang tidak mengharuskan peserta/kandidat mendemonstrasikan perilaku nyata

2. <I>panel interview</I> atau beberapa kali wawancara sebagai satu-satunya alat atau proses dalam menilai seseorang

3. ketergantungan pada satu teknik saja, sebagai standar dalam mengevaluasi atau menilai seseorang

4. hanya menggunakan <I>battery test</I> yang merupakan kumpulan beberapa tes tertulis

5. evaluasi yang hanya dilakukan oleh satu asesor

6. penggunaan beberapa simulasi dengan melibatkan lebih dari satu orang asesor namun tidak ada proses pengintegrasian data

7. lokasi fisik, gedung atau tempat yang diberi nama assessment center

Kapan sebaiknya menggunakan assessment center?

1. jika pengembangan yang spesifik menjadi sasaran utama

2. jika perilaku dianggap memberi dampak yang sangat besar

3. jika <I>fairness</I> menjadi isu yang penting di antara peserta/kandidat

4. pada saat seseorang dalam titik transisi yang kritis dalam perjalanan karirnya

5. jika posisi yang baru sangat berbeda dengan posisi sebelumnya.

Nah, sekarang, jika perusahaan Anda akan atau telah memutuskan untuk menggunakan jasa assessment center, inilah hal-hal yang perlu dipertimbangkan:

1. waktu dan anggaran yang tersedia

2. kemungkinan tidak memperoleh kandidat yang paling sesuai (untuk rekrutmen dan seleksi)

3. perlunya data pendukung yang objektif selain hasil assessment center untuk membuat keputusan yang lebih solid (terutama dalam penempatan, promosi dan transfer)

4. ada kemungkinan untuk mengarahkan kandidat ke posisi lain (rekrutmen dan seleksi, penempatan, promosi dan transfer)

5. hasil assessment center bisa digunakan sebagai identifikasi awal untuk kebutuhan pengembangan.

6. diperlukan program tindak lanjut setelah assessment center untuk menjawab kebutuhan masa depan organisasi (untuk <I>talent management</i>)

7. komunikasi yang tepat pada peserta mengenai tujuan dan pemanfaatan hasil assessment center.