Kapan Saatnya Meminta Feedback?

Bukan suatu rahasia bahwa feedback dapat membuat seseorang lebih baik, baik secara personal maupun professional. Namun hal ini cukup beresiko pula jika dilakukan. Feedback biasanya dilakukan setelah ada pencapaian atau setelah suatu proses berakhir. Lalu, bagaimana jika tidak ada hal tersebut? Bagaimana Anda mendapatkan feedback mengenai diri Anda ketika tidak ada yang Anda raih?

Menurut The Muse Daily, dengan sedikit kreativitas dan ketepatan waktu, Anda bisa mendapatkan feedback atas performa kerja Anda tanpa Anda harus meminta.

Baca juga: Bagaimana Memberikan Performance Feedback yang Efektif?

Langkah 1: Membangun Relasi

Salah satu caranya adalah dengan membangun kepercayaan dan kenyamanan dengan rekan kerja Anda. Setelah kepercayaan dan kenyamanan terbentuk, maka hal ini akan membuat mereka mampu berkata jujur mengenai diri Anda dengan cara yang baik. Namun jika kepercayaan dan kenyamanan ini belum terbangun dengan baik, jangan harap Anda akan mendapatkan feedback.

Perlu Anda ingat, bahwa meminta feedback pada orang asing bukanlah hal yang membuat nyaman. Maka hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan feedback adalah dengan mengembangkan relasi Anda dengan rekan kerja Anda.

Langkah 2: Mendengarkan

Lalu, bagaimana caranya membuat orang lain memiliki kepercayaan pada diri Anda? Bukan dengan datang kantor tepat waktu, ataupun menghindari gosip di kantor, namun dengan mendengarkan. Orang lain akan merasa nyaman untuk membagi banyak hal dengan Anda jika mereka tahu bahwa Anda akan mendengarkan mereka dengan baik. Hal ini dapat Anda praktikkan setiap waktu di kantor. Tunjukkan pada rekan kerja Anda bahwa Anda adalah pendengar yang baik dan Anda akan mulai membangun relasi yang dapat membuat Anda menerima feedback yang jujur dari rekan Anda.

Langkah 3: Memberi maka Anda akan menerima 

Cara berikutnya adalah dengan membuat orang lain merasa bahwa Anda juga akan melakukan hal tersebut untuk mereka. Jika Anda ingin orang lain memberikan feedback mengenai pekerjaan Anda, maka berikanlah feedback pula untuk mereka. Jika Anda ingin diberikan feedback dengan cara yang enak, maka berikanlah feedback pada orang lain dengan cara yang enak pula. Sekali Anda memberikan feedback yang membantu mereka, maka mereka pun akan memberikan feedback pula kepada Anda untuk membantu Anda.

Langkah 4: Mengakui dan Merespon

Salah satu hal penting dalam proses feedback adalah memberikan respon dengan baik. Tidak semua feedback yang diberikan orang lain pada diri Anda bermanfaat bagi Anda, atau mungkin tidak relevan. Namun jika Anda tetap berusaha jujur dalam memberikan feedback bagi orang lain, maka Anda perlu yakin betul bahwa feedback yang mereka berikan untuk Anda benar-benar Anda rasakan.

Rekan kerja Anda tahu bahwa Anda tidak hanya sekedar mendengarkan feedback yang mereka berikan, namun juga memikirkan dan meresapinya. Mungkin Anda tidak selamanya mendapatkan feedback yang baik, namun dengan menunjukkan pada rekan Anda bahwa Anda menghargai pendapat mereka dan menjadikan pendapat mereka untuk mengembangkan diri maka Anda akan membuat komunikasi antara Anda dan rekan Anda tetap berjalan.

Meminta feedback pada rekan kerja Anda mungkin terlihat menyeramkan, namun dengan waktu yang cukup, kesabaran dan perencanaan yang baik, maka Anda akan mendapatkan feedback secara terbuka, jujur dan relevan untuk kesuksesan Anda ke depannya.

Baca: Mekanisme “Feedback” Bisa Kurangi Stres

Tags: