Jika Harus Jadi Kutu Loncat

Apakah Anda termasuk "kutu loncat" kantor? Mulai sekarang, sebaiknya Anda punya alasan yang cukup baik untuk pindah-pindah tempat kerja. Perusahaan saat ini semakin menghargai kesetiaan.
Tidak seperti zaman <i>baheula</I>, ketika seseorang (biasanya pria) menerima suatu pekerjaan setelah selesai sekolah atau kuliah, lalu bekerja pada perusahaan itu selama empat puluh hingga lima puluh tahun. Saat ini, semua itu telah berubah.
Menurut data statistik ketenagakerjaan di Amerika, saat ini durasi rata-rata seseorang (kini pria dan wanita) tinggal dalam suatu pekerjaan adalah empat tahun.
Memang banyak alasan untuk hal itu, tentu saja, termasuk tutupnya suatu perusahaan (misalnya dalam era dotcom) dan PHK, dimana seorang pekerja tidak punya pilihan dalam kedua kasus itu. Tapi, kemudian banyak alasan bagi seorang karyawan untuk pindah –untuk meningkatkan karir, kepindahan keluarga, dan berbagai alasan lain.
Apapun alasannya, terlalu banyak loncatan dalam pekerjaan bisa merugikan peluang karir Anda. Dalam survei yang dikembangkan Robert Half Finance & Accounting baru-baru ini, 87% direktur keuangan mengatakan, panjangnya waktu seorang kandidat bekerja di perusahaan yang lama adalah faktor yang penting dalam mengevaluasi seseorang untuk sebuah posisi dalam pekerjaan.
"Memang biasa bagi seseorang untuk berganti pekerjaan dan karir, tapi mempunyai terlalu banyak posisi dalam waktu yang singkat tanpa tanda-tanda kemajuan profesional bisa memberi bendera merah bagi perusahaan," kata CEO Robert Half International Max Messmer, yang juga penulis <I>Managing Your Career for Dummies</I>.
"Para manajer yang merekrut sangat mementingkan kesetiaan karyawan, sebagian karena sangat sulit menggantikan karyawan yang hebat," tambah dia.
Messmer juga memperhatikan, kebanyakan pergantian pekerjaan didorong oleh keinginan untuk mendapatkan tantangan yang lebih besar, yang sebenarnya tidak harus berarti mengubah tempat bekerja. Seharusnya, anjur dia, para karyawan dalam situasi seperti itu mencari peluang baru dalam perusahaan mereka sendiri dulu.
Bila peluang itu tidak ada pada perusahaan tempat Anda bekerja, bersiaplah untuk menjelaskan seringnya Anda berpindah-pindah kepada perusahaan baru yang akan merekrut Anda.
Pastikan Anda memfokuskan diri pada peluang dan <i>skill</I> yang positif, yang didapat dari bekerja dengan perusahaan yang baru dengan supervisor dan rekan kerja yang baru.
Tambahkan juga referensi dari perusahaan lama yang bisa menyatakan kesetiaan Anda kepada proyek yang sedang berjalan ketika Anda bekerja di sana.
Dan, bila memungkinkan, tambahkan keterangan bahwa Anda seorang yang setia, misalnya 10 tahun menjadi <I>member</I> klub tertentu atau aktivitas sukarelawan yang Anda lakukan setiap tahun.