Jadikan Summary Linkedin Anda Penakluk, ini 4 Caranya

Summary (ringkasan diri) Linkedin adalah satu bagian yang sangat krusial bagi kita dalam memperkenalkan diri sebagai talent professional. Fungsi Linkedin sebagai representasi diri kita dalam mencari peluang kerja seharusnya mampu menggambarkan pribadi kita secara otentik, genuine, dan hebat. Dengan begitu, para perekrut akan melihat summary kita sebagai sesuatu yang layak untuk diproses lebih lanjut karena menurut mereka, kita adalah talent yang potensial.

Katakanlah Anda adalah orang yang pintar, analitis dan sangat humoris. Namun, orang tidak bisa melihat potensi Anda tersebut. Apa yang salah dengan summary Linkedin Anda? Ada beberapa kemungkinan. Yang pertama, mungkin  ada seseorang yang menyarankan Anda untuk menjadi  kaku dan membosankan agar terlihat profesional. Kedua, Anda jarang sekali mengupdate profil LinkedIn Anda. Dan kemungkinan terakhir adalah Anda takut salah sehingga menuliskannya sangat berhati-hati.

Baca juga: Buat Linkedinmu lebih mengesankan dengan 10 cara ini

Untuk menghindari kesalahan tersebut, ada baiknya kita mencoba empat langkah berikut untuk membuat summary kita lebih outstanding, seperti dikutip dari time.com:

1. Bersifat mengikat (engaging) dan Original

Bagian summary dalam Linkedin adalah lahan bagi kita untuk “bermain-main” . Kita memiliki 2000 karakter yang dapat kita pakai untuk mempresentasikan siapa diri kita. Di kolom tersebut, pastikan orang mampu melihat siapa kita, kompetensi, minat dan kelebihan yang kita miliki. Penting juga bagi kita untuk memperhatikan kosa kata dan kalimat yang kita gunakan. Pastikan bahwa tulisan kita original, dengan bahasa yang lebih personal dan tidak kaku. Usahakan juga mengawali paragraf dengan kalimat yang mengikat perhatian pembaca.

Misalnya, daripada menggunakan kalimat ini :

“Seorang yang ahli memecahkan masalah organisasi…”

Lebih baik menggantinya dengan:

“Semasa kecil dulu, saya bukan tipe orang yang akan membongkar kotak rubik saya agar warnanya sejajar, saya berusaha memecahkannya…..”

2. Ditulis dengan kata ganti orang pertama

Linkedin didesain untuk memfasilitasi para penggunanya untuk mengobrol satu sama lain. Dan akan lebih mudah bagi pengunjung profil kita untuk mengenali kita jika kita menggunakan kata ganti orang pertama. Mereka akan merasa seperti sedang bercakap dengan kita. Selain itu, kesan personal akan muncul sehingga mempermudah potensial klien atau recruiter untuk membangun hubungan lebih dekat dan personal dengan kita. Hal yang akan sulit terjadi jika kita menggunakan kata ganti orang ketiga.

3. Fokus kepada pembaca yang disasar

Sebelum menulis summary dalam Linkedin, terlebih dahulu tanyakan pertanyaan ini kepada diri sendiri:

“Siapakah target audiens atau pembaca kita?”

Apabila pertanyaan tersebut belum terjawab, akan menjadi sulit bagi kita untuk mendeskripsikan siapa kita dan sisi mana yang harus ditonjolkan. Kitapun akan kesulitan merangkai kata dan mencari tata bahasa yang tepat untuk kita pakai. Perlu kita pikirkan terlebih dahulu, apakah kita ingin menarik perhatian rekruter atau klien potensial? Apa yang paling mereka cari? Dan penjabaran seperti apa yang akan menarik perhatian mereka?

4. Bantu Audiens menentukan sikap setelah membaca profil kita

Meskipun dinamakan summary, bukan berarti kita hanya perlu menyampaikan keahlian, pengalaman dan karakter kita. Di bagian akhir dari summary, ada baiknya kita memberikan petunjuk bagi para pembaca tentang bagaimana jika ingin berhubungan dengan kita. Tentuya bukan dengan kalimat yang vulgar seperti, “saya sedang mecari kerja sehingga jika Anda berminat hubungi….”

Namun, bisa dengan menggunakan kalimat-kalimat impresif seperti,

“Saya sedang mencari masalah baru untuk segera dipecahkan, jika Anda memerlukan seorang problem solver, hubungi saya di email…”

Kalimatnya bisa sangat beragam, dan bahkan Anda dapat memasukkan unsur humor di dalamnya.

Baca juga: 3 Kualifikasi yang diinginkan CEO Linkedin

Tags: , , , ,