HR sebagai Produk: Menjadikan HR sebagai Brand Pilihan

Kini saatnya bagi praktisi human resources (HR) untuk memikirkan kembali peran mereka dan memahami bahwa departemen HR bukan hanya bertugas membantu kebijaksanaan organisasi, melainkan juga harus mampu mempertahankan keberadaan mereka sendiri.

Menurut Direktur Riset pada International Personnel Management Association (IPMA) di Amerika Judith Brown, HR harus terus-menerus memenuhi tuntutan-tuntutan dari sejumlah peran yang berbeda: mitra bisnis, konsultan internal, ahli operasional dan administrasi, serta pengacara baik bagi karyawan maupun jajaran pimpinan perusahaan.

Kedengarannya memang tak ada yang baru di sini. Pada kenyataannya, bagaimana pun, peran-peran itu baru. Meskipun pertanyaannya barangkali sama, namun jawabannya hampir pasti berbeda. Tantangan yang terus-menerus harus dihadapi adalah menyokong hubungan rekanan yang kuat baik dengan pihak dalam maupun luar. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan kemampuan untuk melihat perusahaan secara menyeluruh dan mendorong elemen-elemennya mencapai tujuan bersama.

Kenali Reputasi dan Brand HRD Anda Saat ini

Jika Anda tanya kepada karyawan: apa yang dilakukan oleh departemen HR (HRD)? Apakah mereka bingung dan hanya bisa mengeluarkan jawaban muter-muter tak terpahami? Jika iya, maka HRD di perusahaan Anda perlu memikirkan kembali perannya. Dan, saran Judith Brown, lakukan semacam in-house marketing, riset marketing dan jalankan fungsi public relations (PR).

Brown membantu dengan dua pertanyaan yang harus Anda jawab:

1. Tahukah Anda bagaimana reputasi HRD Anda di kalangan karyawan? Jika kata ‘HR’ disebut, apakah manajer akan membayangkan ‘strategi yang cerdas’, atau ‘birokrat barisan belakang’, atau ‘menyenangkan’ atau ‘orang yang membuat orang lain senang’?

2. Apakah karyawan paham dan menghargai pentingnya HRD dalam menjalankan misi dan tujuan organisasi?

Bicara pada Karyawan tentang Reputasi dan Brand HRD

Kuncinya, menurut Brown, membuka percakapan dengan semua level karyawan dan menampilkan diri Anda dalam peran fasilitator dan bukan penyelenggara. Anda harus keluar dari ruangan kantor HRD dan masuk ke dunia karyawan organisasi. Temukan pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan dialog, yang artinya bahwa HR harus berkomunikasi. Adapun, komunikasi itu harus terdiri atas bagian-bagian yang setara antara mendengar dan promosi.

Pertama, HR harus mendengar dengan sabar apa yang dibutuhkan customer. Lalu, mempromosikan apa yang telah dilakukan dan dapat dilakukan. Sebagian besar karyawan masih melihat HR sebagai "orang-orang yang mengurusi keuntungan dan mewawancarai". Untuk memposisikan fungsi HR pada tahun-tahun mendatang, setiap praktisi HR perlu mengambil peran PR –mulailah pada karyawan Anda sendiri. Pikirkan diri Anda sebagai produk dan lakukan semacam smart marketing.

Tugas marketing pada HRD menghendaki Anda untuk mendemonstrasikan keterampilan memecahkan masalah, sehingga orang lain tahu, Anda melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar mengurusi kertas-kertas administrasi. Bentuk yang terbaik dari periklanan adalah aksi yang Anda perlihatkan. Dengan aksi Anda, ditambah proses dan program, Anda dapat mempromosikan HRD secara fleksibel, mampu menyesuaikan diri dan menjadi mitra yang berorientasi solusi, sumber daya tempat organisasi berpaling ketika membutuhkan pemecahan masalah.