Hindari 4 Jawaban Ini Saat Menjawab Pertanyaan, “Mengapa Tertarik Bekerja di Sini?”

answering

Seorang pewawancara kerja atau manajer rekrutmen tidak selalu punya misi berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan kepada kandidat. Hanya saja, seburuk apapun pewawancara Anda, mereka akan tetap menanyakan pertanyaan seperti, “Apa alasan Anda tertarik bekerja di perusahaan ini?”.

Pertanyaan ini sering dilontarkan karena jawaban Anda akan bercerita banyak tentang diri Anda, baik itu keterampilan, attitude dan juga pengetahuan Anda tentang pekerjaan yang ditawarkan. Agar tidak terjebak pada jawaban-jawaban yang justru menjatuhkan nilai kita, berikut adalah 4 (empat) kesalahan yang harus dihindari ketika menjawab pertanyaan tentang motivasi kita melamar sebuah pekerjaan.

answering

1) Anda tidak berbicara sedikitpun tentang perusahaan tempat melamar

Kontributor, Lily Zhang, dalam themuse.com memaparkan bahwa seorang perekrut pernah bercerita tentang pengalamannya menghadapi kandidat saat menjawab pertanyaan, “Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan ini?” Kebanyakan kandidat rata-rata melontarkan jawaban bahwa mereka merasa passionate dengan bidang kerja yang ditawarkan atau memiliki keterampilan yang sesuai dengan posisi yang dilamar.

Mereka terlalu semangat menyatakan hal tersebut hingga lupa untuk menyinggung perusahaan apa yang ingin ia masuki. Bagi manajer rekrutmen, kandidat semacam itu langsung mendapatkan lampu merah atau persepsi tidak baik.

Setiap orang bisa membawa keterampilannya ke mana saja. Triknya adalah, bagaimana kita bisa menjelaskan cara agar keterampilan kita bisa memajukan kinerja perusahaan.

2) Anda hanya mengatakan keuntungan yang Anda dapatkan jika diterima kerja

Ketika Anda memutuskan untuk melamar sebuah lowongan kerja, tentunya Anda sudah memiliki banyak pertimbangan. Salah satunya adalah posisi tersebut akan membuat Anda belajar tentang mengelola sebuah proses bisnis misalnya pemasaran atau programming. Dan biasanya, hal tersebut yang Anda tonjolkan ketika interview.

Padahal, bukan itu yang sebetulnya ingin para perekrut dengar dari Anda. Mereka bukan sedang ingin berinvestasi pada masa depan Anda melainkan masa depan perusahaan. Oleh karena itu, ketika ditanya mengenai ketertarikan terhadap perusahaan, arahkan kelebihan yang Anda miliki pada suatu proses yang juga bermanfaat bagi perusahaan.

3) Anda menyampaikan poin-poin yang tidak relevan

Dalam situasi di mana Anda merasa deg-degan atau canggung, akan sangat mudah  terlontar alasan-alasan seperti rumah Anda dekat dengan kantor atau fleksibilitas jam kerja dapat mempermudah Anda mengurus Anak.

Hal-hal semacam itu bisa jadi memang bonus menarik bagi Anda atau memang ditawarkan oleh perusahaan. Akan tetapi, tentunya perekrut berharap bahwa bukan hanya itu alasan Anda mau bekerja di perusahaan mereka. Minimalkan menjawab pertanyaan dengan hal-hal yang kurang relevan dengan jenis pekerjaan pada posisi yang Anda lamar.

4) Anda menjawab pertanyaan yang salah

Pernahkah Anda pergi kencan dengan seseorang dan ia tak henti-hentinya bercerita tentang mantan-mantannya? Kadang-kadang, hal seperti ini juga terjadi saat interview.

Jangan pernah menjadi orang yang selalu menyebut-nyebut alasan kenapa Anda meninggalakan pekerjaan yang lama. Bahkan meskipun alasan Anda mencari kerja berkaitan erat dengan pekerjaan sebelumnya. Fokus pada masa depan. Sampaikan pengalaman-pengalaman yang telah Anda dapatkan dari pekerjaan sebelumnya, tetapi jangan terlalu tenggelam dengan pekerjaan masa lampau. (*)