Cobalah Emotional Judo Saat Menghadapi Konflik

Anda dihadapkan pada klien, boss, rekan kerja atau anggota keluarga Anda yang marah. Ada hal yang tidak benar dan mereka akan menyampaikannya pada Anda. Anda lalu merasa bahwa tekanan darah Anda meningkat. Lalu apa yang akan Anda lakukan?

Cobalah melakukan emotional judo. Saran ini datang dari Ron Kaufman, penulis New York Times bestseller Uplifting Service: The Proven Path to Delighting Your Customers, Colleagues, and Everyone Else You Meet.

“Jika Anda menonton judo, itu merupakan olahraga yang kebalikan dari tinju,” jelas Kaufman. Dalam tinju, konsep utamanya adalah menyerang dengan keras lalu menunggu lawan melemah sehingga Anda dapat terus menyerang. “Sedangkan dalam judo, jika seseorang menyerang Anda maka Anda akan memanfaatkan kesempatan yang tidak mereka sangka. Saat Anda menyerang, mereka akan merasa tidak seimbang, dan pada saat itu pula Anda memanfaatkan situasi tersebut,” jelas Kaufman.

Lalu, bagaimana konsep judo dapat Anda manfaatkan pada kehidupan nyata? Inc memberikan pemaparannya untuk Anda:

1. Setuju dengan nilai yang dianut orang lain

Ketika seseorang complain dengan apa yang Anda lakukan, respon Anda bukanlah melakukan defense ataupun menyerang complain yang diberikan. Namun melihat sisi baik dari complain yang diberikan, dan menyatakan bahwa Anda setuju dengan apa yang ia sampaikan. Lalu tanyakan kepadanya bagaimana sebaiknya yang harus Anda lakukan. Lalu Anda bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.

Baca juga: Menghadapi “orang sulit” di kantor

2. Lakukan apa saja untuk menyelesaikan permasalahan

Misalnya ketika Anda kerap kali datang terlambat ke kantor. Bukan berarti Anda harus menjelaskan panjang lebar mengapa Anda terlambat ataupun menyalahkan jalanan atau cuaca. Namun Anda melakukan hal untuk mencegah Anda datang terlambat lagi.

3. Tunjukkan kepedulian Anda

Ketika Anda sudah melakukan apapun untuk menyelesaikan permasalahan Anda, Kaufman menyarankan, untuk memperbaiki hubungan dengan menunjukkan kepedulian Anda. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan meminta maaf. Entah untuk hal yang Anda lakukan ataupun untuk apa yang dialami oleh orang lain. Namun perlu Anda ingat, bahwa Anda harus melakukan hal untuk menyelesaikan permasalahan dulu baru meminta maaf, ungkap Kaufman.

4. Berikan suatu hal yang lebih

Jika Anda mengecewakan pelanggan, memberikan surat tertulis sebagai permintaan maaf akan lebih dihargai dibandingkan Anda memberikan potongan diskon.

5. Berterima kasihlah karena mereka telah mengingatkan Anda

Berterima kasihlah atas complain yang diberikan oleh klien Anda. Karena dengan complain tersebut Anda akan semakin mengembangkan usaha Anda dan berusaha untuk tidak mendapatkan complain yang sama. Komplain yang diberikan oleh klien Anda pastilah complain yang akan meningkatkan kualitas dan mutu Anda.

Baca juga: Mengelola konflik dengan teman sekantor

Tags: , , ,