Cara Menghindari Si Pencuri Waktu

Setiap momen tahun baru atau momen-momen penting tertentu lainnya, biasanya kita akan membuat resolusi. Saat Anda membuat resolusi, adakah resolusi tahun sebelumnya yang masih terulang? Resolusi tersebut bisa bermacam-macam mulai dari yang sifatnya personal hingga yang professional. Mulai dari hal sederhana seperti diet hingga urusan karir yang lebih kompleks seperti mengerjakan tugas tepat waktu atau peningkatan target konsumen.

Apapun resolusinya, yang perlu disadari di sini adalah hampir semua dari kita pernah merasa bersalah karena selalu gagal merealisasikannya. Kadang-kadang bukan karena kita malas atau terlalu banyak yang harus dikerjakan sehingga 24 jam serasa kurang. Penyebab tak kasat mata yang membuat resolusi kita kandas adalah tercurinya waktu tanpa sepengetahuan kita. Lalu siapa si pencuri waktu tersebut?

Bisa bermacam-macam, bisa teman kantor, klien yang bawel atau bahkan diri kita sendiri. Mereka meninterupsi masa produktif kita untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu signifikan.

Lalu bagaimana cara menghalau si pencuri waktu tersebut? Edward G. Brown, penulis buku “The Time Bandit Solution” memberikan beberapa tips-nya melalui entrepreneur.com:

Baca juga: 12 Benda yang dapat membuat lebih produktif

1. Pahami tantangannya.

Selama beberapa hari, amati kegiatan sehari-hari Anda. Hitunglah berapa lama waktu yang terbuang akibat interupsi-interupsi di luar goal utama kita. Memahami lamanya waktu yang terbuang sia-sia akan memberikan motivasi kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang  sama.

2. Beri penjelasan kepada si pencuri waktu.

Belajarlah untuk berani menyampaikan kepada para penginterupsi bahwa Anda perlu menunda pengerjaan dari request mereka. Pastikan bahwa mereka dapat memahami alasan yang Anda sampaikan. Hanya saja, Anda harus tetap kredibel. Alokasikan waktu untuk melayani orang-orang tersebut jika memang diperlukan.

3. Fokus!

Selain orang lain, diri sendiri juga kerap kali menjadi pengganggu hingga kita kehilangan fokus. Untuk itulah penting bagi kita untuk terus menerus melatih konsentrasi. Pelajarilah tekniknya dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah kita berhasil menyelamatkan waktu-waktu yang sebelumnya tercuri, langkah selanjutnya adalah menetapkan skala prioritas. Menyusun prioritas sama halnya dengan kita menyusun kesuksesan. Dan jika Anda tidak memiliki rencana untuk sukses, itu artinya Anda telah menyiapkan diri untuk gagal.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menyusun skala prioritas, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya:

1. Definisikan Tugas yang Paling Penting

Ketika membuat resolusi, akan kita jumpai jenis pekerjaan atau tugas yang sifatnya sangat krusial dan tidak dapat ditunda. Misalnya adalah menjaga agar bisnis tetap berjalan dan kesehatan tetap baik. Klasifikasikan terlebih dahulu tujuan-tujuan yang seperti ini, baru diikuti oleh tugas-tugas minor lainnya.

2. Kelola Tugas-Tugas yang Sifatnya Minor dengan Efektif

Kepiawaian kita dalam mengelola tugas-tugas yang sifatnya minor juga menjadi kunci efisiensi waktu yang kita miliki. Seperti misalnya tugas-tugas yang sifatnya repetitif, kita bisa mengerjakannya per-batch atau dirapel jadi satu.

Kemudian, penting bagi kita untuk mengelompokkan antara tugas yang berat (sulit) dan ringan (mudah) untuk dikerjakan. Kerjakan tugas berat ketika energi kita penuh dan kreatifitas sedang prima. Sebaliknya, saat energi sedang drop, kerjakan yang mudah-mudah.

3. Susun Rencana untuk Seminggu, Bukan Hanya Sehari

Menyusun jadwal dalam durasi seminggu memudahkan kita untuk melihat pekerjaan mana saja yang termasuk kategori penting dan mana yang dapat dilakukan per-batch. Hal ini tentunya akan mempermudah Anda dalam melakukan efisiensi waktu. Tuliskan yang terlintas di kepala dan pertajamlah pemikiran dan kreativitas ketika mengerjakan tugas-tugas kita.

Baca juga: 7 Rahasia orang Super Produktif

Tags: ,