Cara Memberikan Kritik yang Baik

Tahukah Anda? Pujian dan uang merupakan salah satu bentuk apresiasi yang biasanya diharapkan karyawan. Namun kedua hal ini tidak selamanya dapat diberikan. Ada kalanya seseorang tidak hanya membutuhkan feedback positif namun juga perlu mendapatkan sebaliknya. Terkadang Anda perlu menyampaikan bahwa orang lain melakukan hal yang salah.

Namun, menerima kritikan tidak mudah. Daniel Goleman, professor dari Rutgers University memaparkan hal ini di Harvard Business Review. Menerima kritikan dapat memicu rasa cemas dan emosi negatif. Hal ini dapat menyebabkan diri kita down secara emosi dan membatasi diri kita untuk kemudian berkembang secara perlahan.

Pendekatan yang lebih baik adalah membiarkan karyawan menceritakan apa impian mereka. Goleman juga meyakini bahwa untuk meningkatkan performa kerja salah satunya adalah membicarakan mengenai tujuan dan apa yang diimpikan lalu membuka kemungkinan baru lainnya.

Diskusi mengenai apa yang diimpikan dan diharapkan akan memicu bagian otak yang sama yang memicu feedback positif, sehingga dopamine yang terlepas dapat membuat seseorang merasa positif.

David Rock, penulis buku Quiet Leadership, seperti dikutip dari Work.com memaparkan tiga alasan mengapa memberikan nasihat juga bukan hal yang tepat.

1. Nasihat biasanya bersifat autobiografis: seringkali berdasarkan kebutuhan dan pengalaman pemberi nasihat, bukan penerima

2. Tidak tepat sasaran: Seringkali nasihat difokuskan pada masalah yang salah. Karena seringkali yang bermasalah masih bingung tentang apa sebenarnya masalah yang dia hadapi, sehingga yang diutarakan bukanlah masalah yang sebenarnya.

3. Nasihat sering ditolak: karena hampir tidak mungkin mengharapkan seseorang bertindak mengikuti nasihat kita. Orang cenderung menolak ide yang ditawarkan ke mereka.

Review kinerja, dan semua kesempatan mendapatkan feedback adalah saat berharga untuk membangun engagement karyawan serta meningkatkan kinerja mereka, namun perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar manfaatnya maksimal.

 

Tags: