Buat Audience Terkesan dengan 5 Trik Public Speaking Ini

presentasi

Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum, seperti misalnya memberikan pidato atau presentasi, masih menjadi momok yang membuat mereka gemetaran. Menghadapi puluhan mata manusia dalam satu forum tentunya memberikan kita sensasi yang berbeda dibanding kita harus bicara dengan kamera atau berbicara secara individual dengan teman kita sendiri.

presentasi

(Sumber image: pixabaycom)

Ketika berbicara di depan umum, kita dituntut untuk bisa menggaet perhatian penonton sehingga materi yang kita bawakan tersampaikan dengan baik. Hal ini tidak mudah mengingat kita tidak hanya fokus pada satu orang sedangkan audience pun lebih mudah untuk tidak menyimak jika tidak merasa tertarik.

Baca juga: 15 Detik Pertama yang Menentukan Presentasi Anda

Selain artikulasi dan kecepatan berpikir, presentasi langsung di depan publik membutuhkan beberapa strategi lain. Betty Liu seperti ditulis inccom sudah merangkum tips menghadapi audience di antaranya:

1. Pakaian yang enak dilihat.

Ini adalah cara yang paling mudah, tetapi cukup manjur untuk meningkatkan kepercayaan diri. Manusia adalah makhluk visual yang senang melihat orang yang berpakaian baik/manis di atas panggung. Misalnya saja, pria dengan setelah jas yang rapi atau perempuan yang mengenakan gaun dengan corak warna terang. Ketika harus berbicara di depan umum, beranikan diri untuk stand out dengan warna-warna terang, bukan melulu cokelat atau hitam. Warna terang dapat menaikkan mood diri sendiri maupun penonton.

Baca juga: 4 Gestur yang Harus Dihindari Saat Presentasi

2. Menggunakan teknik bercerita (tell the story).

Pemasar, pengiklan, brand dan perusahaan mengetahui betapa kuatnya efek story telling (bercerita). Teknik bercerita dipercaya menjadi teknik yang efektif untuk mengomunikasikan sesuatu pesan kepada orang lain. Cerita yang kita sampaikan akan membuat lawan bicara tergugah untuk terus menyimak pembicaraan dari awal sampai akhir. Ketertarikan audience untuk menyimak cerita tersebut disebabkan karena sebuah cerita acapkali terkoneksi dengan pengalaman personal seseorang.

3. Berikan Pujian kepada Audience.

Tidak peduli di manapun seorang penonton duduk, entah itu di depan atau belakang paling pojok, mereka menginginkan perhatian yang sama. Mereka ingin merasakan menjadi layaknya satu-satunya orang yang diajak bicara secara individual. Menyiasati hal tersebut, kita bisa memberikan pujian dan mengenali siapa mereka. Salah satu caranya tentunya mencari informasi tentang siapa penonton kita. Misalnya saja mereka adalah CEO-CEO dari BUMN, maka sapalah mereka secara lebih detail tentang siapa mereka di kalimat-kalimat pembuka pidato/presentasi kita.

4. Tinggalkan Podium.

Jika Anda pernah menonton TED Talks, Anda akan melihat pembicara menyampaikan materi atau presentasi tanpa podium, slide presentasi maupun script. Setiap pembicara dalam acara tersebut berbicara langsung kepada penonton tanpa ada alat tambahan di atas panggung. Memang, melakukan presentasi semacam ini butuh persiapan yang sangat matang dan juga tidak sebentar. Tetapi meskipun lama, melakukan presentasi/pidato tanpa script dapat kita lakukan dengan sering-sering latihan dan melakukan presentasi di depan forum. Dan meskipun sulit, berbicara di depan umum tanpa script seperti ini mampu meningkatkan  efek personal di atas panggung hingga 100 kali lipat.

5. Menceritakan beberapa lelucon.

Untuk menghangatkan dan mencairkan suasana di dalam ruangan, kita bisa menyelipkan beberapa lelucon saat bicara di depan publik. Jika Anda tipe orang yang sulit melucu dengan improvisasi materi, usahakan untuk menyiapkan bahan lelucon sebelum pentas. Anda bisa mengambil inspirasi dari berbagai acara komedi yang Anda tahu atau bisa juga diimprovisasi dari joke yang sudah ada, terutama jika Anda mengutip lelucon dari acara yang sudah sangat populer. (*)