Bertemu Klien, Perhatikan Pakaian Anda

Saat sebagian pebisnis memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, sebagian lainnya masih berjuang untuk menghilangkan sifat ragu-ragu. Padahal, bagi seorang peisnis, rasa percaya diri adalah hal yang sangat penting, terlebih lagi ketika sedang bertemu klien.

Kepercayaan diri dan antusiasme nantinya akan menular kepada klien sehingga klien melihat kita sebagai orang kapabel, bertanggung jawab dan memiliki kecerdasan mumpuni untuk menjalankan apa yang kita tawarkan.

Jika kini Anda masih berjuang melawan keraguan pada diri sendiri, berikut adalah beberapa cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan percaya diri saat bertemu klien, seperti dikutip dari entrepreneur.com:

1. Menggunakan suara seefektif mungkin
Ketika berbicara dengan klien atau dalam sebuah diskusi, pergunakan suara yang lantang dan jelas. Pastikan bahwa semua orang yang kita ajak bicara bisa mendengar suara kita. Rendahkan nada bicara untuk menunjukkan otoritas yang kita miliki kepada orang lain. Nada yang terlalu tinggi dan melengking akan membuat pendengar merasa terganggu.

Aturlah nada sesuai kebutuhan, misalnya untuk membuat penekanan suatu kata sehingga terkesan lebih powerful. Akhiri pertanyaan dengan nada meninggi, sedangkan jenis kalimat pernyataan akan lebih manis diakhiri dengan menurunkan nada.

Baca juga: Bedanya Sombong dengan Percaya diri

2. Aturlah pose Anda
Ketika kita bertemu dengan klien, satu orang saja misalnya, pastikan kita memperhatikan pose tubuh kita ketika duduk. Pose yang paling baik adalah dengan duduk tegak, kepala sedikit diangkat menatap ke depan, pundak ditarik ke belakang dan dada agak membusung sehingga memungkinkan udara pernapasan lebih banyak masuk. Seorang peneliti dari San Fransico State University, Erik Peper, mengatakan bahwa orang yang duduk tegak memiliki lebih banyak energi dan pikiran yang positif.

Temuan tersebut juga berlaku sebaliknya, orang yang duduk dengan postur yang kurang baik akan lebih cepat kehilangan energi.

3. Hindari perilaku-perilaku yang menunjukkan kalau kita sedang grogi
Ketika kita merasa grogi, biasanya secara sadar atau tidak, perasaan tersebut akan terlihat dari sikap kita. Misalnya, kita tampak gelisah, menyilangkan tangan di dada atau memasukkan tangan ke saku. Daripada demikian, lebih baik kita melipat tangan kita dan meletakkannya di atas meja di depan kita.

Ketika tidak sedang berbicara, usahakan untuk selalu memperhatikan lawan bicara dan menampilkan ekspresi menggunakan seluruh tubuh kita. Jika klien memberikan komentar atau menanyakan sesuatu, jawablah dengan ungkapan yang efektif sehingga terkesan kita memberikan perhatian penuh. Majukan badan sedikit, tatap matanya dan anggukan kepala sewajarnya.

4. Berbicara pelan-pelan
Adakalanya ketika sedang grogi, kita berbicara dengan kecepatan tinggi. Dampak negatif dari cara bicara terlalu cepat adalah adanya kata-kata atau informasi yang terlewatkan. Hal ini tentunya akan menyulitkan kita meyakinkan klien karena kita sendiri tampak tak yakin dengan apa yang ingin kita sampaikan. Oleh karena itu, usahakan untuk berbicara pelan dan metodis ketika bertemu klien.

Jika memungkinkan, berikan jeda di tengah kalimat Anda ketika menyampaikan sebuah pemikiran. Ada sebuah kekuatan dalam jeda yang Anda berikan. Selain itu, hal ini akan membantu klien mengerti dan memberikan atensi lebih terhadap ucapan Anda.

5. Berlatih Power Poses
Ada sebuah latihan gerakan tubuh yang memberikan perasaan berkuasan (powerful) ketika kita melakukan pose tersebut. Studi dari Harvard Business School memaparkan bahwa responden yang melakukan power pose dengan baik terbukti mampu memberikan pidato yang lebih baik daripada peserta lain.

Bagaimana cara melakukan pose tersebut? Sebelum bertemu klien, carilah tempat yang tenang dan lapang sehingga Anda dapat merentangkan tangan. Mulailah dengan melakukan gerakan/pose membuka diri. Beberapa pose memberikan efek yang berbeda. Kita dapat belajar dari apa yang disampaikan Amy Cuddy, seorang psikiater, di antaranya untuk menunjukkan kesan,

Kebanggaan (Pride): Rentangkan kedua tangan ke atas membentuk huruf V
Wanita kuat (Wonder woman) : letakkan kedua tangan di kedua paha, dengan siku masing-masing ke arah luar.
Pengawas (Loomer): berdiri, condong ke depan, dengan tangan bersilang di dada.

6. Abaikan anggapan negative (negative talk)
Dalam pergaulan sehari-hari, kerap kali orang lain berkomentar atau bahkan menghakimi hidup kita. Tanpa bermaksud merendahkan, ada baiknya kita bersikap cuek dengan penilaian-penilaian negatif yang mereka sampaikan. Setidaknya ketika Anda bertemu dengan klien, minimalkan pikiran Anda dari pemikiran berlebihan tentang kekurangan. Daripada demikian, pikirkan sesuatu yang positif, tentang pencapaian yang pernah Anda dapatkan dan apa yang Anda tawarkan. Salah satu triknya adalah dengan menceritakan review positif tentang pencapaian Anda tersebut kepada klien.

7. Berpenampilan Menarik
Kita dapat mempresentasikan bisnis kita dengan jalan intelektual dan penampakan fisik. Salah satu cara yang dapat kita tempuh adalah dengan berpakaian yang baik dan professional. Apabila kita memakai pakaian yang baik, layak dan professional, kita akan terlihat lebih kompeten dan powerful. Bahkan ketika Anda berpakaian yang baik, orang lain akan lebih respect kepada kita. Terlebih lagi orang yang baru kita kenal, mereka akan mengasosiasikan kinerja kita dengan pakaian yang kita pakai. Sehingga, untuk pertemuan pertama dengan klien, hiraukan pameo, “don’t judge a book from its cover”.

Baca juga: Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Menghadapi Atasan

Tags: , , ,