Berlibur? Kenapa Tidak!

Jika atasan Anda menambah beberapa ratus dolar ekstra ke dalam gaji Anda dalam setiap minggunya, hanya untuk kehadiran Anda di kantor, apakah Anda akan menolaknya? Apakah pada akhir tahun Anda akan melakukan pengembalian dolar ekstra yang diberikannya kepada Anda jika Anda tidak hadir di kantor? Apakah Anda memberitahukan pada rekan kerja Anda bahwa Anda tidak mengambil uang itu?

Kebanyakan orang akan menjawab “tidak” atau bahkan “apakah Anda gila?”

Nah sekarang bagaimana jika kita mengubah kata-kata ‘uang’ menjadi ‘cuti.’ Tahukah Anda? Menurut Arne Sorenson, President dan CEO Mariott International seperti ditulisnya di blog LinkedIn, para pekerja di Amerika rata-rata membuang tiga hari jatah cuti mereka setiap tahunnya. Tiga hari penuh yang dialokasikan untuk cuti namun malah dipergunakan untuk bekerja. Sangat disayangkan.

Namun, mengapa hal itu terjadi?

Baca juga: Jangan Biarkan Karyawan Anda Melewatkan Liburannya

Pertanyaan inilah yang kemudian dicari tahu lebih lanjut oleh Oxford Economics for the U.S. Travel Association. Para peneliti di sana menemukan bahwa para pekerja di Amerika mengambil keuntungan dan manfaat pribadi dari cuti mereka. Sebanyak 3,2 PTO (paid time off) hari selama tahun 2013, dengan 429 juta hari yang tidak dimanfaatkan oleh para pekerja di Amerika.

Terutama pada saat pekerja dalam setiap bidang dan tingkatnya dilaporkan memiliki kadar stress yang tinggi dan membutuhkan keseimbangan dalam hidupnya, namun mereka malah tidak memanfaatkan hari libur yang seharusnya menjadi jatah mereka. Bukankah hal ini aneh?

Tentu saja industri perhotelan sangat diuntungkan jika banyak orang pergi berlibur. Namun tidak hanya industri perhotelan yang diuntungkan. Penelitian juga menunjukkan bahwa sebanyak 160 milyar dolar tidak berjalan karena tidak dipergunakannya waktu libur ini. Jika uang tersebut dipergunakan, maka uang tersebut akan dapat mendukung 1,2 juta industri pekerjaan seperti retail, manufaktur dan transportasi.

Bekerja merupakan hal penting bagi perekonomian dan lingkungan kita. Namun tidak hanya sekedar bekerja saja yang kita lakukan. Bukan masalah level karyawan atau betapa pentingnya seseorang dalam suatu tim atau project, namun setiap individu membutuhkan waktu untuk menjadi lebih efektif dalam bekerja dan memperhatikan sisi lain diluar perkantoran.

Tiga hari yang dihabiskan untuk berlibur sepertinya tidak sepadan dengan hal-hal tersebut. Dalam arti lain, menghabiskan satu hari di rumah bersama keluarga ataupun teman dapat membuat diri Anda me-refresh pikiran Anda. Jika Anda melakukannya, maka Anda melakukan hal baik bagi diri Anda dan perekonomian negara.

Baca juga: Karyawan Lesu Setelah Liburan Akhir Tahun, Ini Solusinya

 

Tags: