Berkomunikasi dengan Gen Y: Panduan bagi Manajer Senior

Anda seorang manajer yang terbilang senior dalam segi usia. Tiba-tiba Anda menyaksikan serbuan anak-anak muda di perusahaan Anda. Mereka biasa disebut Gen Y, dan sedikit banyak Anda sudah tahu karakteristik mereka. Tapi, hal itu belum cukup untuk membantu Anda menghilangkan kecanggungan ketika berkomunikasi dengan mereka. Lebih-lebih jika suatu kali ada sebuah proyek yang mengharuskan pembentukan sebuah tim, di mana Anda memimpin anak-anak muda itu sebagai anggotanya. Anda harus menuntun dan "ngemong" mereka. Masalahnya, Anda merasa terlalu tua dan "nggak nyambung" dengan dunia mereka. Berikut panduan untuk membantu Anda:
1. Teknologi
Terbukalah dengan masukan dan jangan takut perubahan. Gen Y lebih nyaman dengan teknologi dibanding kelompok lain. Belajarlah dari mereka sambil tetap berinovasi.
2. Kompensasi
Tekankan pentingnya membangun resume, dan bukannya rekening bank mereka. Riwayat kerja yang impresif dapat membawa perbedaan dalam situasi ekonomi yang tak menentu, seperti sekarang ini.
3. Kerja Sama
Gen Y sangat "gaul" di internet. Manfaatkan hal itu untuk menggenjot produktivitas dalam kerja sama tim di tempat kerja, dan mendorong mereka berbagi pengetahuan.
4.Gosip kantor
Sebagai generasi (penonton) infotainment, tak diragukan lagi, mereka menyukai dan menikmati gosip. Para pegawai yang "gaptek" akan menjadi sasaran empuk mereka, dan ini bisa memecah belah lingkungan di kantor. Dekati mereka dengan lembut, dan katakan kepada mereka bahwa tidak semua orang tumbuh bersama teknologi, yang "gaptek" punya kelebihan lain yang juga perlu dihormati.
5. Fashion
Sebagai generasi yang baru pertama kali menginjakkan kaki di dunia kerja, wajar jika mereka tidak tahu tentang budaya perusahaan. Beri tahu tentang pentingnya pakaian dalam membangun kredibilitas di depan klien.
6. Etika kerja
Ketika generasi ini telah mampu menunjukkan hasil kerja yang cemerlang, Anda harus siap dengan apa yang terjadi. Misalnya, mereka akan menuntut aturan main baru yang mengganti jam kerja standar menjadi lebih fleksibel, yang didasarkan pada produkivitas dan bukannya waktu yang dihabiskan di belakang meja.
7. Networking
Kembangkanlah daya tarik untuk tujuan pengembangan karir mereka. Beri kesempatan untuk menghadiri pertemuan-pertemuan yang dapat memperluas kontak personal mereka.
8. Loyalitas
Meski belum mapan secara ekonomi, mereka tak segan untuk pindah-pindah tempat kerja. Jangan menciptakan sistem yang membuat mereka merasa bahwa penilaian di kantor dilakukan berdasakan senioritas dan bukannya kualitas dan kinerja.