Berkata, “Ini adalah passion saya” Itu Klise!

children-593313_640

Memang benar bahwa manajer rekrutmen menginginkan kandidat yang bersemangat dan memiliki passion di posisi yang dilamar. Namun, mengatakan bahwa Anda “passionate” terhadap suatu posisi tidak akan lagi special karena biasanya  puluhan kandidat lain yang diwawancara mengatakan hal yang sama. Di surat lamaran, daftar riwayat hidup atau bahkan wawancara, tak jarang tentunya para perekrut mendengarkan kalimat ‘passion’.

children-593313_640

Memang terkesan tidak adil karena kita tidak boleh menggunakan kata-kata yang sebenarnya inti dari informasi yang ingin kita sampaikan. Namun, bagaimanapun juga kita harus bisa menerima kenyataan bahwa kita bukanlah satu-satunya kandidat yang mendaftar di perusahaan. Dengan puluhan orang yang berkata bahwa mereka memiliki passion untuk bekerja di perusahaan tersebut, perekrut tidak akan bisa mengingat Anda dibanding dengan kandidat lainnya.

Lalu, kalimat seperti apa yang dapat kita sampaikan kepada perekrut agar kita menjadi lebih menonjol dibandingkan kandidat lainnya? Themuse.com memberikan solusinya, seperti dalam ulasan berikut.

1. Jika yang dimaksud, “Anda sangat tertarik dengan lingkup kerja posisi yang dilamar”

Mungkin Anda ingin menggambarkan bahwa Anda sangat bersemangat dan berminat dengan jobdes dari posisi yang Anda lamar. Anda merasa sanggup mengerjakan tugas-tugas tersebut dan merasa sangat yakin bahwa Anda akan menikmatinya. Daripada Anda sekadar mengatakan bahwa Anda ‘passionate’ atau memiliki passion di bidang tersebut, ada cara lain yang lebih anti-mainstream untuk menyampaikannya.

Baca juga: Rahasia Sukses Berkarir, Jangan Ikuti Passion. Kok Bisa?

Alternatif Penyampaian:

Jika yang Anda maksud adalah Anda menyukai pekerjaan yang Anda lamar, Anda bisa mengatakan sesuatu yang lebih spesifik daripada menyampaikan bahwa Anda memiliki passion. Misalnya saja ketika Anda ingin mengatakan bahwa, “saya tertarik sekali untuk mengisi konten kreatif”. Daripada mengatakan demikian, Anda dapat langsung menjabarkan ke hal-hal yang lebih spesifik. “Saya dulu sering mengisi konten majalah kampus, Anda dapat menganalisis target audience, atau Anda belajar editing setiap waktu”.

2. Jika Anda ingin mengatakan, “Saya pantang menyerah”

Anda menyamakan passion dengan persisten. Tantangan apapun yang menghadang, Anda tidak akan menyerah dan tetap menyelesaikan tugas Anda. Agar terkesan lebih menonjol dari kandidat lain yang mengaku multitasker, Anda memilih kata ‘passionate’ untuk menunjukkan bahwa Anda fokus. Anda ingin menyampaikan bahwa Anda akan mengerahkan segenap tenaga untuk menyelesaikan project Anda.

Alternatif Penyampaian:

Jika Anda ingin mengatakan hal-hal tersebut di atas, ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk menunjukkan contoh yang merupakan pengalaman yang pernah Anda alami. Misalnya saja di pekerjaan sebelumnya, Anda pernah harus begadang untuk menyelesaikan proyek yang deadline-nya singkat, atau Anda tetap datang ke sebuah acara meskipun sedang hujan badai atau Anda terpaksa harus mengubah konten presentasi di detik-detik terakhir karena kemauan klien yang mendadak berubah. Anda juga dapat bercerita tentang aplikasi di ponsel Anda yang sering Anda pakai untuk mengurangi distraksi saat bekerja.

Baca juga: 5 Alasan untuk Mengejar Passion

3. Jika Anda ingin mengatakan bahwa Anda kreatif

Jika Anda ingin mengatakan bahwa Anda adalah tipe orang yang dominan otak kanan, kreatif dalam menciptakan ide dan terampil dalam membuat produk yang berhubungan dengan seni, dan hal itu relevan dengan pekerjaan Anda, sah-sah saja Anda mengungkapkan hal tersebut. Namun, jika Anda mengungkapkan secara gamblang bahwa Anda kreatif, meskipun itu memang sebenar-benarnya, belum tentu perekrut percaya. Lalu bagaimana cara kreatif menyampaikannya?

Alternatif penyampaian:

Pikirkan hal-hal yang membuat Anda terlihat seperti orang yang memiliki semangat ketika mengerjakan sesuatu. Misalnya Anda memberikan waktu lebih terhadap pekerjaan Anda. Atau Anda menyempatkan waktu untuk bermeditasi untuk menjadi lebih utuh ketika mengerjakan tugas. Dengan menceritakan bagaimana bisa berinteraksi dengan dunia di sekeliling Anda dan membaur, Anda sudah bercerita banyak kepada perekrut.

4. Jika Anda tidak punya pengalaman

Kadang, orang menggunakan istilah “punya passion” agar tidak diremehkan karena kurang pengalaman. Selanjutnya, mereka akan mengatakan bahwa mereka bisa belajar dengan cepat. Sayangnya dengan kalimat-kalimat tersebut membuat manager rekrutmen akan melihat mereka sebagai kandidat yang belum berpengalaman.

Alternatif Penyampaian:

Jika Anda belum memiliki pengalaman kerja sama sekali, Anda perlu meluangkan waktu untuk belajar lagi. Misalnya Anda bisa mengambil kursus online, kuliah lagi, ikut kegiatan kerelawanan atau mengikuti seminar-seminar baik itu yang gratis maupun berbayar. Karena apabila Anda memang masih belum berpengalaman sama sekali, menutupi hal tersebut dengan berkata bahwa Anda ‘passionate’ tidak akan cukup menolong. (*)