Bagaimana Menjawab Pertanyaan “Mengapa Resign dari Pekerjaan Lama”

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam interview atau wawancara kerja adalah mengapa kamu mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaanmu sebelumnya? Dan perlu kita tahu bahwa tidak jarang calon pemberi kerja menjadi enggan menerima kita sebagai karyawan hanya karena jawaban kita tidak sesuai dengan keinginannya.

Alison Doyle, seorang employment expert, menuliskan pengalamannya dalam about.com berkaitan dengan hal ini. Ia pernah mewawancarai seorang kandidat dan ketika tiba pada pertanyaan tersebut, ia mendapatkan jawaban, “saya keluar karena bos saya sangat menyebalkan. Memberikan gaji yang tidak cukup dan saya benci dengan pekerjaan saya”.

Kandidat tersebut tidak pernah tahu bahwa perusahaan tempat ia kerja sebelumnya adalah konsumen terbesar dari si calon pemberi kerja. Saat itu juga Alison memutuskan untuk tidak jadi memperkerjakan kandidat tersebut. Menurut Alison, kita memiliki beberapa alternatif jawaban untuk menjawab pertanyaan itu apabila kita resign bukan karena dipecat secara tidak hormat.

Berikut adalah jawaban-jawaban tersebut:

1. Saya merasa sudah bosan dengan pekerjaan saya sebelumnya. Sebagai karyawan, saya cukup kompeten dan saya tidak ingin perasaan bosan tersebut berdampak buruk terhadap cara kerja saya.

2. Tidak ada ruang bagi saya untuk berkembang di perusahaan sebelumnya. Saya sangat siap untuk pindah dan mencari tantangan yang lebih besar.

3. Saya menginginkan tantangan yang lebih besar dan pekerjaan saya sebelumnya tidak memungkinkan saya untuk memiliki part-time/sampingan. Pun tidaklah etis jika saya menggunakan jam kerja saya untuk melakukan kegiatan lain selain urusan kantor.

4. Saya dibebastugaskan karena kebetulan departemen tempat saya bekerja ditiadakan, berkaitan dengan program restructuring perusahaan.

5. Karena alasan tertentu, saya harus pindah ke kota ini. Dan saya harus meninggalkan tempat kerja saya sebelumnya.

6. Saya mulai sadar bahwa tempat kerja saya sebelumnya bukanlah tempat yang tepat untuk mengejar visi saya dalam karir. Dan di perusahaan tersebut, saya tidak berpeluang untuk tumbuh sebagaimana visi tersebut.

7. Setelah beberapa tahun bekerja pada posisi tersebut (red: pekerjaan sebelumnya), saya ingin bertumbuh dan berkontribusi pada perusahaan dengan lingkungan kerja yang mendorong adanya kerja team.

8. Saya tertarik dan merasa tertantang untuk menggunakan keterampilan dan keahlian saya dalam bidang yang berbeda, kapasitas yang berlainan dari posisi sebelumnya.

9. Saya baru saja lulus dan mendapatkan sebuah gelar, dan saya ingin mengoptimalkan kemampuan saya berkenaan dengan bidang studi tersebut.

10. Saya tertarik untuk bekerja dengan lebih banyak kewajiban (responsibility) dan saya siap untuk tantangan baru.

11. Saya meninggalkan pekerjaan sebelumnya karena waktu itu saya perlu lebih banyak waktu untuk keluarga. Namun sekarang keadaannya sudah berbeda dan saya siap untuk bekerja secara full time.

12. Saya mencari pekerjaan pada perusahaan yang stabil dan menyediakan ruang bagi saya untuk berkembang dan meningkat secara karir.

13. Perlu waktu yang cukup lama bagi saya untuk pergi ke kantor karena lokasinya jauh. Saya ingin bekerja di tempat yang lebih dekat dengan rumah saya.

14. Sejujurnya, waktu itu saya tidak ada niat untuk pindah. Tetapi ketika saya melihat lowongan kerja ini, saya merasa tertantang dan ini sesuai dengan kualifikasi saya.

15. Job desk dari pekerjaan ini sangat cocok dengan keahlian yang saya miliki dan saya tidak melihat adanya kesempatan bagi saya untuk menggunakan skill saya pada pekerjaan sebelumnya.

16. Perusahaan sebelumnya sedang merugi dan kebetulan departemen saya yang dihilangkan. Jawaban yang diharapkan setiap recruiter tentunya berlainan, tetapi intinya adalah kita harus fokus pada visi kita ke depan ketimbang membeberkan aib perusahaanyang kita tinggalkan.

Tags: , ,